BNN Provinsi NTT Minta Pemkab Lembata Buat Perda Pencegahan Narkoba

Pengurus BNN Provinsi NTT minta Pemkab Lembata membuat Perda pencegahan narkoba

POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Tim BNN Provinsi NTT bertatap muka secara langsung dengan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday di ruang kerjanya pada Selasa (3/3/2020). 

Hal ini menunjukkan kalau sosialisasi pencegahan narkoba sudah menjadi kebutuhan generasi muda mendatang karena tidak semua orang tahu soal bahaya narkoba.

Meski demikian, dia mengaku bersyukur karena inisiatif pembentukan perda P4GN dari Pemda Lembata itu sudah ada. Oleh karena itu, pihaknya siap membantu jika pemerintah setempat sudah ingin membentuk perda dimaksud.

"Guru yang peduli pada pendidikan generasi muda saja perlu soal ini, kenapa pemda tidak perlu. Seharusnya kan pemda yang memfasilitasi," tegas Markus seraya mengatakan kalau dia juga mau menawarkan kepada Wabup Lembata supaya Lembata jadi pusat perayaan hari anti narkoba internasional tingkat nasional.

Lebih lanjut, Markus menyebutkan perintah keterlibatan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba ini bukan hanya termaktub dalam Permendagri saja, melainkan ada juga Surat Edaran No. 50 Tahun 2017 dari Menpan RB Tentang Pelaksanaan P4GN di lingkup intansi pemerintah, ada juga termuat di dalam Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2018.

"Jadi ini tidak menyalahi aturan," terang Markus.

Rencananya, Kepala BNNP NTT Brigjen Pol Teguh Imam Wahyudi akan melakukan sosialisasi regulasi ini di hadapan para kepala OPD di Aula Kantor Bupati Lembata pada Kamis hari ini.

Dia harap implementasi dari sosialisasi ini dapat diwujudnyatakan Pemkab Lembata.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, mengaku antusias dan mendukung penuh pembentukan perda ini.

Dia pun mengaitkan peran vital perda pencegahan narkoba dengan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang yang mudah terpapar narkoba, HIV dan Aids.

"Bagaimanapun kasus HIV AIDS yang terus meningkat belakangan ini, disertai beberapa fakta lapangan tentang grup seks online dengan berbagai dinamikanya, kemungkinan erat kaitan dengan penggunaan narkotika dan obat terlarang lainnya," sebut Wabup Langoday saat dihubungi, Rabu (4/3/2020).

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved