News

Peringatan untuk Oknum yang Doyan Mencuri Ternak di Sumba, Gubernur Viktor: Tidak Berubah Kami Libas

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, memerintahkan aparat keamanan di daerah itu menembak mati di tempat para tersangka pelaku pencurian

Editor: Benny Dasman
POS KUPANG/ISTIMEWA
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Bupati Sumba Tengah, Drs. Paul K Kira dan Wabup, Ir. Daniel Landa saat melakukan rapat kerja di Sumba Tengah, Sabtu (29/2/2020). 

POS KUPANG, COM, WAIBAKUL - Kasus pencurian ternak di wilayah Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng) semakin berkurang setelah Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, memerintahkan aparat keamanan di daerah itu menembak mati di tempat para tersangka pelaku.

"Sejak ada pernyataan dari Gubernur NTT yang meminta aparat keamanan menembak para pelaku pencurian ternyata berdampak positif. Kasus pencurian ternak di Sumba Tengah berkurang," ujar Bupati Sumba Tengah, Paulus SK Limu, di Waibakul, Minggu (1/3).

Bupati Paulus mengatakan, kasus pencurian ternak sebelumnya sangat marak di daerah itu hingga menimbulkan keresahan warga karena jumlah ternak yang digasak pelaku pencurian dalam jumlah banyak.

Maraknya kasus pencurian ternak, menurut dia, berdampak pada tingginya angka kemiskinan yang meliliti sebagian warga di daerah yang merupakan pemekaran dari Sumba Barat itu.

"Adanya jaminan keamanan, maka kemiskinan yang mencapai 28 persen masih meliliti masyarakat Sumba Tengah bisa diturunkan menjadi 10 persen," katanya.

Dia mengatakan, para peternak di daerah itu sebelumnya tidak nyaman dalam melakukan usahanya karena maraknya kasus pencurian ternak sehingga tidak berdampak pada pembangunan ekonomi warga setempat.

"Masyarakat memelihara ternak namun pada malam harinya sudah digasak semua oleh pencuri. Setelah Gubernur NTT memberikan jaminan keamanan sehingga daerah ini sudah aman dari kasus pencurian," ungkap Bupati Paulus.

Sebelumnya di hadapan ratusan warga Sumba Tengah di Desa Konda Malonda, Kecamatan Katikutana Selatan, Gubernur NTT kembali mengingatkan para pelaku pencurian ternak untuk berhenti mencuri ternak.

"Kami akan bertindak tegas terhadap pelaku pencurian ternak yang teridentifikasi sebagai pelaku utama pencurian ternak di daerah ini. Kami akan data satu persatu mereka yang melakukan pencurian. Kami akan melakukan pendekatan secara baik-baik. Jika tidak berubah, maka kami libas," tegas Viktor.

Gubernur Viktor akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan dan Kementerian Hukum dan HAM agar terhadap pelaku pencurian ternak dari Pulau Sumba tidak menjalankan hukuman penjara di Pulau Sumba tetapi di luar NTT agar sulit ditemui keluarganya. (antara)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved