DPRD NTT Sesalkan Penyebaran Berita Hoax Soal Virus Corona

DPRD NTT menyesalkan adanya penyebaran informasi hoax atau tidak benar mengenai adanya orang yang terpapar Virus Corona di NTT.

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Emanuel Kolfidus 

DPRD NTT Sesalkan Penyebaran Berita Hoax Soal Virus Corona, Yuk Simak !

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- DPRD NTT menyesalkan adanya penyebaran informasi hoax atau tidak benar mengenai adanya orang yang terpapar Virus Corona di NTT.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus menyampaikan hal ini, Selasa (3/3/2020).

Emanuel meminta warga NTT agar tidak menyebar hoax di tengah upaya bersama mengatasi Virus Corona.

"Kita sayangkan, sejumlah pihak, apakah karena kesengajaan ataukah karena ketidakpahaman bahwa menyebarkan informasi - informasi tidak benar atau hoax akan berhadapan dengan hukum," kata Emanuel.

Dijelaskan, menyebarkan informasi hoax tetang situasi penyebaran virus Corona, termasuk informasi yang tengah berkembang di NTT akan menyebabkan kepanikan warga.

"Perlu disadari bahwa menyebarkan informasi sesat, bohong dan hoax itu memiliki konsekuensi hukum, sekaligus menimbulkan iklim ketakutan massal. Ini sesuatu tindakan yang sangat disayangkan," katanya.

Dikatakan, lebih baik setiap warga harus menyebarkan berita - berita positif, tentang cara-cara membentengi diri, termasuk mencegah peluang penularan virus berdasarkan protokol rekomendasi dari WHO.

Sidang Korupsi Penyaluran Kredit Fiktif Bank NTT, Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Jaksa Tak Jelas

Kasus Pengeroyokan Mahasiswa di Jln Suratim, Polisi Bekuk Tiga Pelaku

Waspada Virus Corona, Masker Langka di Kota Kupang, Harga Capai 10 Kali Lipat

Komisi IV DPRD Kupang Adili Dirut RSU Naibonat dan Jajarannya

Mahasiswa di Kupang Dianiaya Kawanan Pemuda Hingga Babak Belur Karena Masalah Sepele

"Kita justeru harus bergandeng tangan dalam semangat yang sama untuk bersama - sama menghadapi situasi ini. Kepada pemerintah kita minta membuat gugus tugas, dan manajemen krisis menggandeng para pihak, misalnya pengelola Bandara, pelabuhan laut, tempat - tempat perbelanjaan, pasar, sekolah- sekolah dan tempat - tempat pertemuan banyak orang," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved