Ketua TPK Desa Uitao, Semau Jadi Tersangka dan Kini Ditahan Polisi

TPK Desa Uitao, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, OL, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah ditahan polisi di Mapolres Kupang

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Ketua TPK Desa Uitao, Semau Jadi Tersangka dan Kini Ditahan Polisi
POS KUPANG/GEIO VIANA
Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson S L Amalo SH ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/5/2018) pagi.

POS-KUPANG.COM I OELAMASI - Ketua Tim Pengelola Kegiatan ( TPK) Desa Uitao, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, OL, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah ditahan polisi di Mapolres Kupang.

Tersangka OL diduga melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa Uitao Tahun anggaran 2017 sehingga merugikan keuangan Negara sebesar Rp 600 juta.

Kasat Reskrim Polres Kupang IPTU Simson S.L Amalo, SH, ketika dikonfirmasi Pos Kupang, Senin (2/3) mengakui soal penahanan tersangka OL.

Bupati Agas Panen Perdana Ikan Nila di Seminari Pius XII Kisol

Simson mengungkapkan kronologinya bahwa pada tahun 2017 Desa Uitao Kecamatan Semau Kabupaten Kupang mengelola Dana Desa sebesar Rp. 745.000.00.

Dalam pelaksanaannya dana Desa tersebut tidak dikelola secara maksimal dan transparan oleh OL selaku Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

Ciptakan Peternak Milenial BBPP Kupang Gelar Pelatihan Tematik Peternakan Bagi Peternak

Dengan demikian, kata Simson, dari serangkaian tindakan Lidik dan Sidik Oleh Unit Tipidkor Sat. Reskrim Polres Kupang pada Jumat tanggal 21 Februari 2020 telah menetapkan OL sebagai tersangka sehubungan dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa Uitao Kecamatan Semau Kabupaten Kupang tahun anggaran 2017.

"Pada tanggal 27 Februari 2020 telah dilakukan Pemeriksaan sebagai tersangka. Saat ini tersangka telah ditahan oleh Penyidik untuk 20 hari kedepan," jelas Simson.

Adapun Pasal yang disangkakan kepada tersangka, katanya, Pasal 2 ayat (1) Subs Pasal 3 UU 31 thn 1999 tentang Pemberantasan Tipidkor sebagaimana telah di ubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang perubahan pemberntasan UU Tipidkor.

"Dari hasil perhitungan auditor Inspektorat Daerah Kabupaten Kupang Total Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 600 juta," tambahnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved