Kritik Politisi Demokrat, Ungkit Kata AniesAir Hujan Dimasukkan ke Bumi bukanke Laut,'Logika Sesat'
Kritik Politisi Demokrat, Ungkit Kata Anies Air Hujan Dimasukkan ke Bumi bukan ke Laut,'Logika Sesat'
Kritik Politisi Demokrat, Ungkit Pernyataan Anies Air Hujan Dimasukkan ke Bumi bukan ke Laut, 'Logika Sesat'
POS KUPANG.COM -- Banjir yang melanda Jakarta sejak awal tahun 2020 hingga Februari yang terjadi sebanyak sekitar empat kali membuta natizen beramai-ramai membully Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Sikap kritis juga disampaikan sejumlah politi mengenai kebijakan Pemprov DKI dalam mengantisipasi hingga penanganan Banjir
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memberikan kritik tajam kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait penanganan Banjir di ibu kota.
Ia kemudian menyinggung soal pernyataan Anies yang menyebut air hujan itu disalurkan ke bumi bukan dimasukkan ke laut.
Menurutnya, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Gubernur DKI ini memilki sesat logika soal air hujan.
Pernyataan ini ia sampaikan dalam program DUA SISI yang diunggah dari YouTube tvOneNews, Jumat (28/2/2020).
• Istri Nikmati Berhubungan Badan dengan Selingkuhan Saat Suami ke Sawah, Akhir Tragis Suami Brondong
• Paus Fransiskus Sakit Saat Italia Dilanda Wabah Virus Corona, Seka Hidung dan Batuk
• Artis Cantik Disebut Nikah dengan Suami Orang, Tampar Suami 8 Jam Usai Akad Nikah,Nyesal Tak Bahagia
Sebelumnya, politisi Partai Demokrat ini mengaku dirinya menjadi sosok yang paling keras dalam memberikan kritik kepada Anies.
Sebab menurutnya Anies belum menunjukkan keseriusannya dalam menangani beberapa masalah di ibu kota, khususnya Banjir.
"Jadi memang saya ini satu di antara orang yang palig keras mengkritik Anies soal manajeman Beliau mengelola Jakarta yang begitu kompleks masalahnya," ujar Ferdinand.

Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (YouTube tvOneNews)"Tetapi saya memperhatikan Anies tidak melakukan hal yang sepatutnya dan sepantasnya," imbuhnya.
"Terutama terkait dengan Banjir yang meruapakan peristiwa alam dan pasti akan terjadi," kata Ferdinand.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Banjir itu sebuah keniscayaan yang terjadi di Jakarta.
Mengingat Jakarta memang memiliki daratan yang rendah.
Kendati demikian hal ini tidak boleh dibiarkan secara terus menerus.
"Tetapi kebiasaan Banjir dan keniscayaan itu kan tidak boleh dibiarkan begitu saja,tidak melakukan apa-apa," ujarnya.
Baca: Sekda DKI Soal Banjir Jakarta Dinikmati Saja, Tubuh Kita Dua Pertiga Persen Air