Balitbangtan dan 6 Perusahaan Nasional Ujicoba Adaptasi Varietas Jagung Unggulan di Oeteta

Pihak Balitbangtan dan 6 perusahaan nasional ujicoba adaptasi varietas jagung unggulan di Desa Oeteta

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kepala BPTP NTT, Kepala BPTP NTT, Dr. Procula Rudlof Matitaputty, S.Pt, M.Si bersama tim ketika memantau lokasi ujicoba varietas jagung hibrida dari Balitbangtan dan 6 perusahaan Nasional di Oeteta, Jumat (28/2/2020). 

Pihak Balitbangtan dan 6 perusahaan nasional ujicoba adaptasi varietas jagung unggulan di Desa Oeteta

POS-KUPANG.COM | SULAMU - Pihak Balitbangtan melalui BPTP NTT bersama 6 perusahaan Nasional penyedia bibit jagung hibrida, melakukan ujicoba varietas unggulan masing-masing di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.

Kehadiran perusahaan Nasional ini menindaklanjuti pertemuan bersama antara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dengan Dewan Jagung Nasional beberapa waktu lalu. Harapannya, Provinsi NTT menjadi lumbung jagung Nasional.

Dikabarkan Sedang Sakit, Paus Fransiskus Hadiri Audiensi Resmi dan Pimpin Misa Pagi

Adapun perusahaan Nasional yang melakukan ujicoba varietas unggulan jagung hibrida di Oeteta yakni, PT. Syngenta dengan Varietas NK 212 dan NK 7328 (Sumo), PT BCA dengan varietas Betras,  PT BISI dengan Varietas BISI 22, PT PERTIWI dengan Varietas Pertiwi 2, Pertiwi 3 dan Pertiwi 5,  PT TWIN dengan Varietas JH 37, RK 45 dan Twin 29 dan PT PIONEER dengan Varietas Pioneer. Balitbangtan melalui BPTP NTT memiliki varietas unggulan, NASA29, JH 27, JH 37 dan JH 45.

Penyakit DBD di Sikka Sudah Menyerang 984 Orang, Dua Warga Meninggal Dunia

Kepala BPTP NTT, Kepala BPTP NTT, Dr. Procula Rudlof Matitaputty, S.Pt, M.Si, kepada Pos Kupang, Minggu (1/3) mengatakan, Gubernur NTT punya visi kedepan menjadikan NTT sebagai lumbung jagung Indonesia.

Menjawabi harapan itu, katanya, Dewan Jagung Nasional kemudian memanggil beberapa perusahaan Nasional yang bergerak dalam penyedia jagung hibrida, melakukan ujicoba varietas unggulannya di NTT khususnya di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu.

"Jadi ada 6 perusahaan ditambah Balitbangtan dengan varietas unggulannya melakukan ujicoba penanaman jagung hibrida di Oeteta. Diharapkan dari ujicoba itu akan dilihat tingkat pertumbuhannya dan bisa diambil petani jagung di NTT untuk dikembangkan di daerah masing-masing," jelas Procula.

Menurutnya, dari hasil ujicoba itu maka akan dilihat jenis varietas mana yang sangat adaptif dengan kondisi iklim di NTT. Para petani akan melihat di lokasi ujicoba varietas jagung itu, kemudian menjatuhkan pilihan mana yang bisa dikembangkan di daerahnya.

"Varietas unggulan dari perusahaan yang ada juga dari Balitbangtan ini kini sudah dikembangkan di atas lahan sekitar 30-an hektar di Oeteta. Kita akan lihat tingkat pertumbuhan sampai kepada hasil produksi dan petani silahkan menentukan pilihan," jelas Procula.

Pihaknya juga akan mengundang petani dari beberapa wilayah untuk melihat kondisi di lapangan. Dengan demikian, ketika dikembangkan di 22 kabupaten di NTT, sudah ada gambarannya.

Bagi BPTP NTT, nanti juga akan membuat rekomendasi ke gubernur dan Dewan jagung Nasional, varietas mana yang cocok dikembangkan di NTT.

Sementara Pakar Peneliti Jagung dari BPTP NTT, Ir. Evert Y Hosang, M.Si, Ph.D menjelaskan,  dalam demo/ujicoba pertumbuhan berbagai Varietas dari 6 perusahaan produsen benih dan benih  ALITBANGTAN (BPTP NTT), terlihat ada beberapa varietas menunjukkan daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi kekeringan di NTT.

Dirinya mencontohkan, NK 7328 dari PT Syngenta, Nasa 29 BALITBANGTAN dan Pertiwi 2 dari PT PERTIWI dan varietas lain menunjukkan pertumbuhan vegetatif yang sangat baik.

"Hal ini juga diungkapkan oleh para petani penerap teknologi. Nanti tanggal 7 Maret akan dilakukan temu lapang para petani dari Kecamatan Kupang Timur, Takari dan Sulamu sebanyak 200 orang lebih akan mengunjungi lokasi demo jagung hibrida itu. Mereka akan lihat dan pada gilirannya mengambil sikap varietas mana yang dipilih untuk dikembangkan di lahan mereka," tambahnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved