Tempat Pelelangan Ikan Internasional Akan Dibangun di Belu, Sudah Diusul Bupati Willy Lay

Sebuah tempat pelelangan ikan internasional akan dibangun di Belu, sudah diusul Bupati Willy Lay

POS-KUPANG.COM/KOMINFO BELU
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH mempresentasikan proposal terkait rencana pembangunan Pasar Ikan International di Indonesia kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, di Kantor Kementerian KKP, Senin, (24/2/2020). 

Sebuah tempat pelelangan ikan internasional akan dibangun di Belu, sudah diusul Bupati Willy Lay

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH telah mempresentasikan proposal terkait rencana pembangunan tempat pelelangan ikan internasional kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, di Kantor Kementerian KKP, Senin, (24/2/2020).

Dalam presentasinya, Bupati Willy Lay mengusulkan Kabupaten Belu sebagai lokasi pembangunan tempat pelelangan ikan internasional karena didukung dengan sejumlah indikator.

Babinsa Koramil 1618-05/Biut di TTU Bantu Petani Semprot Hama

Diantaranya, Kabupaten Belu berada diantara tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang memiliki Potensi Tangkap dan Jenis Ikan terbesar di Indonesia yakni WPP-NRI 573, 714 dan WPP-NRI 718.

Kemudian, Atambua talah ditetapkan sebagai KSPN (Kawasan Strategis Prioritas Nasional) sebagai pintu masuk, terluar dan terdepan antara RI-RDTL serta menjadi pusat pertumbuhan baru bagi wilayah-wilayah tertinggal sekitarnya.

Pilkada 2020, Bawaslu Kawal Verifikasi Administrasi Syarat Dukungan Perseorangan

Hal itu dikatakan Bupati Belu, Willy Lay kepada Pos Kupang.Com, Kamis (27/2/2020) malam. Dikatakannya, usulan tersebut berawal dari rencana Menteri Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Suharso Monoarfa, saat rapat koordinsi di Hotel Borobudur Desember 2019.

Dari rencana tersebut, Willy Lay terus berupaya agar Belu menjadi salah satu lokasi pembangunan tempat pelelangan ikan internasional. Walaupun keputusan tersebut berada di tangan kementerian namun Pemkab Belu terus berjuang agar rencana besar ini bisa terwujud.

"Keputusan ada di kementerian. Kita menunggu. Rencana ini akan segera dilaksanakan tahun 2020", ungkap Willy Lay.

Lebih lanjut, Bupati Willy mengatakan, tempat pelelangan ikan internasional dibangun dengan konsep pemasaran yang baru dan diawali dengan kerja sama dengan pelelangan ikan internasional agar harga produk ikan lebih kompetitif. Artinya, ikan hasil tangkapan akan diproduksi di Belu dan dilelang di lokasi pelelangan secara online. Produk ikan dipasarkan melalui internet kepada negara-negara di dunia sehingga pembali produk ikan tidak perlu datang ke lokasi tetapi cukup melihat di imternet. Dari hasil pelelangan online ini akan terjadi transaksi bila sudah disepakat harga berdasarkan grade yang ditentukan.

Ditanya soal kesiapan lokasi, Willy Lay mengatakan, pemerintah sangat siap dan akan menyiapkan lokasi. Soal letak lokasi, Willy Lay belum tentukan karena masih menunggu kepastian dari kementerian.

"Lokasi kita siapkan. Setuju dulu anggarannya karena lokasi itu kewenangan pemda", tandas Willy Lay.

Bupati yang dikenal sebagai pemimpin kaya inovasi ini mengatakan, sesuai dengan penjelasan kementerian, tempat pelelangan ikan memberikan dampak ganda. Tak hanya untuk pelelangan ikan tetapi bisa menjadi tempat wisata baru. Meski Willy Lay belum melihatnya namun hal itu disampaikan oleh kementerian. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved