Jumat, 24 April 2026

Produksi Jagung yang Tertanam pada MT I di Malaka Diprediksi 67.000 Ton

Target penanaman jagung program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) oleh Pemerintah Kabupaten Malaka tahun 2020

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak. 

Produksi Jagung yang Tertanam pada MT I di Malaka Diprediksi 67.000 Ton

POS KUPANG.COM| BETUN---Target penanaman jagung program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) oleh Pemerintah Kabupaten Malaka tahun 2020 seluas 22.000 hektare.

Sampai dengan saat ini, realisasi tanam untuk Musim Tanam I (MT I) sudah mencapai 20.712 hektare. Sisanya akan ditanam pada Musim Tanam II dan Musim Tanam III.

Bila tidak ada gangguan, maka diprediksi akan menghasilkan 67.000 ton jagung.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pertanian, Yustinus Nahak mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Jumat (28/2/2020).

Menurut Yustinus, realisasi tanam jagung pada MT I seluas 20.712 hektare dari target 22.000 hektare. Bila tidak ada gangguan, maka diprediksi akan menghasilkan 67.000 ton jagung. Dengan prediksi hasil demikian, masyarakat Malaka akan kelimpahan stok pangan jenis jagung sehingga tidak mungkin terjadi rawan pangang.

Yustinus optimis, di MT II dan III luas tanam jagung untuk tahun 2020 akan melebihi target luas tanam semula.

Lanjut Yustinus, untuk luas tanam padi tahun 2020 ditargetkan 6.600 hektare namun sampai dengan saat ini, baru tertanam 1.400 hektare. Hal ini karena curah hujan masih belum berjalan normal sehingga belum cukup air untuk olah lahan sawah.

Segmen 3 Jalan Bokong - Lelogama Rampung

Ditabrak Pria Mabuk Miras, Dua Perempuan di Kupang Luka Berat

Hi Guys, Wajib Tahu ! Pemicu yang Bikin Anda Doyan Ngemil di Malam Hari

6 Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Bila Mengabaikan Sarapan Pagi, No 6 Bikin Gagal Diet

Lebih Dikenal Sebagai Bumbu Dapur, Wajib Tahu Moms ! 11 Manfaat yang Terkandung Dalam Bawang Putih

Dari 1.400 hektare yang sudah tertanam itu, bila tidak ada gangguan maka diprediksi masyarakat Malaka masih bisa memanen hasil sebanyak 6.000 ton gabah kering. Jumlah ini dinilai cukup bagi para petani pemilik lahan. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahasjen)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved