Gerakan Literasi Harus Digalakan di Sekolah, Berikut Tujuannya!
gerakan literasi sekolah ini mempunyai tujuan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Gerakan Literasi Harus Digalakan di Sekolah, Berikut Tujuannya!
POS-KUPANG.COM | MBAY --Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, membuka kegiatan pelatihan bagi fasilitator daerah pada kegiatan literasi dasar berbasis KKG tahun 2020.
Kegiatan berlangsung di Hotel Sinar Kasih Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Selasa (25/2/2020) hingga Jumat (28/2/2020).
Bupati Don menjelaskan gerakan literasi sekolah ini mempunyai tujuan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah.
Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
Selain itu, menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.
"Literasi dasar adalah kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan, mempersiapkan informasi, mengkomunikasikan, serta menggambarkan informasi berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi," sebut Bupati Don.
Bupati Don menjelaskan enam literasi dasar yang menjadi poros pendidikan adalah literasi baca – tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan.
Bupati Don menyebutkan tujuan literasi adalah menciptakan dan mengembangkan budi pekerti yang baik, menciptakan budaya membaca di sekolah dan masyarakat.
Lebih lanjut Bupati Don menyebutkan untuk meningkatkan pengetahuan dengan membaca berbagai macam informasi bermanfaat.
Meningkatkan kepahaman seseorang terhadap suatu bacaan.
Membuat seseorang bisa berpikir kritis, memperkuat nilai kepribadian.
Bupati Don mengatakan
manfaat literasi yaitu meningkatkan pengetahuan akan kosa kata, membuat otak bisa bekerja optimal, menambah wawasan, mempertajam diri dalam menangkap suatu informasi dari sebuah bacaan.
Mengembangkan kemampuan verbal, melatih kemampuan berpikir dan menganalisa, melatih fokus dan konsentrasi dan melatih diri untuk bisa menulis dan merangkai kata dengan baik.
"Untuk menunjang kegiatan literasi perlu adanya Pelatihan bagi Fasilitator Daerah yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah untuk menyukseskan kegiatan Literasi Dasar Berbasis KKG," tegas Bupati Don.
Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM, menyebutkan, peserta pelatihan fasilitator daerah sebanyak 30 orang terdiri dari Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah Dasar dan Guru SD yang dinyatakan layak pada saat Seleksi Fasilitator Daerah yang telah di laksanakan pada tanggal 20 hingga 21 Februari 2020.
Kegiatan Pelatihan Fasilitator Daerah merupakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo dengan Inovasi Sumba – NTT.
• Dokter Reni Ajak Warga Nagekeo Manfaatkan Layanan di RSD Aeramo
• Jumlah Babi Mati di TTU Meningkat Menjadi 440 Ekor
• Hampir 100 persen, Begini Penilaian Wajib Pajak Terhadap Pelayanan KPP Pratama Kupang
• Terlambat Disiapkan Baju Untuk Hangout, Pelajar di Kupang Tega Aniaya Ibunya
Embrio hadirnya literasi inovasi ini di suport oleh Yayasan Inovasi Sumba - NTT sebagai pendorong hadirnya literasi inovasi di Kabupaten Nagakeo dan selanjutnya akan di lanjutkan oleh Fasilitator Daerah sebagai penggerak Literasi Dasar Berbasis KKG.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-nagekeo-johanes-don-bosco-do-saat-membuka-kegiatan-pelatihan.jpg)