Gerakan Literasi Harus Digalakan di Sekolah, 15 Menit Baca Buku!

gerakan literasi telah digagas oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 yang awalnya timbul akibat keprihatinan

Gerakan Literasi Harus Digalakan di Sekolah, 15 Menit Baca Buku!
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do saat membuka kegiatan pelatihan di Aula Hotel Sinar Kasih Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Selasa (25/2/2020). 

Gerakan Literasi Harus Digalakan di Sekolah, 15 Menit Baca Buku!

POS-KUPANG.COM | MBAY --Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, membuka kegiatan pelatihan bagi fasilitator daerah pada kegiatan literasi dasar berbasis KKG tahun 2020.

Kegiatan berlangsung di Hotel Sinar Kasih Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Selasa (25/2/2020) hingga Jumat (28/2/2020).

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, mengatakan, kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, dan menafsirkan informasi yang tidak bisa dipisahkan dengan pendidikan merupakan substansi penting dari literasi.

Bupati Don menegaskan pendidikan mengarahkan peserta didik meningkatkan kapasitas intelektualnya dan memiliki perangkat berpikir yang trampil dan memadai (skills) untuk menjalankan perannya di tengah masyarakat yang sangat kompetitif ini yang berdampak pada perkembangan karakter anak didik.

Menurut Bupati Don, gerakan literasi telah digagas oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 yang awalnya timbul akibat keprihatinan terhadap rendahnya kemampuan literasi dan minat baca masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut Bupati Don mengatakan, gerakan literasi sekolah adalah gerakan sosial yang melibatkan semua warga sekolah baik peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua/wali murid dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan sehingga membutuhkan dukungan kolaboratif berbagai elemen.

"Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks yang ada di sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran," ujar Bupati Don.

Bupati Don menjelaskan pada tanggal 18 Agustus 2015 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan suatu gerakan penumbuhan budaya baca – tulis yang bertajuk “Gerakan Literasi Sekolah” dengan tema Bahasa Penumbuh Budi Pekerti.

"Gerakan ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum masuk ke kegiatan belajar mengajar," ujar Bupati Don.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM, menyebutkan, Peserta Pelatihan Fasilitator Daerah sebanyak 30 orang terdiri dari Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah Dasar dan Guru SD yang dinyatakan layak pada saat Seleksi Fasilitator Daerah yang telah di laksanakan pada tanggal 20 hingga 21 Februari 2020.

Kegiatan Pelatihan Fasilitator Daerah merupakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo dengan Inovasi Sumba – NTT.

Terlambat Disiapkan Baju Untuk Hangout, Pelajar di Kupang Tega Aniaya Ibunya

Polisi Limpah Berkas Perkara Tahap Satu Kasus Kakek Cabuli Cucu Tirinya

4 Bahaya Mengintai Anda Saat Mengunyah Makanan Terlalu Cepat

Embrio hadirnya literasi inovasi ini di suport oleh Yayasan Inovasi Sumba - NTT sebagai pendorong hadirnya literasi inovasi di Kabupaten Nagakeo dan selanjutnya akan di lanjutkan oleh Fasilitator Daerah sebagai penggerak Literasi Dasar Berbasis KKG.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved