Antisipasi Bencana Kekeringan Dinas Pertanian Ambil Sejumlah Langkah

peptisida dimana ini merupakan langkah terakhir sebagai senjata pemungkas untuk keamanan pangan juga keamanan lingkungan.

Antisipasi Bencana Kekeringan Dinas Pertanian Ambil Sejumlah Langkah
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Plt.Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Mbaku Muku 

Antisipasi Bencana Kekeringan Dinas Pertanian Ambil Sejumlah Langkah

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumba Timur melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur mengambil sejumlah langkah demi mengantisipasi terjadinya rawan kekeringan bagi masyarakat di Sumba Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Mbaku Muku, AP.,M.Si ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM saat ditemui di Pantai Wisata Londalima, Kanatang, Kamis (27/2/2020) mengatakan, antisipasi bencana rawan kekeringan pihak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur sudah mengambil sejumlah langkah.

Antara lain, sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh petugas lingkup Dinas Pertanian. Dalam pertemuan itu ditegaskan kepada seluruh petugas penyuluh lapangan (PPL) dan para kepala BP3K untuk menertibkan setiap penyuluh yang ada di setiap wilayah desa agar betul-betul setiap penyuluh mengatongi data berapa luas tanam, luas kekeringan dan berapa luas gagal tanam termasuk luas serangan hama.

Selain itu diminta juga kepada PPL untuk betul-betul merekam setiap peristiwa teristimewa terkait dengan kekeringan. Khusus terkait dengan kekeringan ini, ada sejumlah langkah yang pihaknya sedang melakukan.

Diantaranya, mencoba mendata luas tanam, luas gagal tanam dan luas lahan yang terancam puso atau kekeringan. Mendata seluruh daerah aliran sungai (DAS) dimana nantinya akan diberikan bantuan pompanisasi kepada masyarakat petani untuk memanfaatkan lahan di seluruh DAS untuk menaman sayuran termasuk pangan lokal sesuai Perda Bupati tentang gerakan keanekaragaman pangan lokal.

"Langka-langkah ini kita gunakan untuk mengurangi resiko gagal tanam akibat kekeringan. Jadi terkait berapa luas kekeringan saat ini sedang kami proses pendataan,"ungkap Oktavianus.

Oktavianus juga mengaku kini tanaman jagung di sejumlah wilayah sudah terlihat membaik, sebab hujan sedikit mulai membaik. Begitu juga terkait dengan hama grayak kini sudah mulai membaik meskipun di sejumlah titik masih terlihat ada.

"Kalau hama ulat grayak, kita sudah lakukan dengan pengendalian. Untuk luas lahan jagung yang diserang hama grayak seluas 1.906 hektar, tapi itu kita sudah lakukan dengan proses pengendalian hama ini,"ungkap Oktavianus.

Oktavianus juga menjelaskan, untuk pengendalian hama ulat grayak dengan pendekatan pengendalian hama terpadu. Selain petani melakukan pengendalian secara fisik dan mekanis, tetapi juga dilakukan dengan tindakan peptisida dimana ini merupakan langkah terakhir sebagai senjata pemungkas untuk keamanan pangan juga keamanan lingkungan.

"Sekarang petugas kita lagi stand by di lapangan untuk terus melakukan proses tindakan pengendalian ini,"imbuhnya.

Oktavianus juga mengatakan, kini hujan mulai merata sehingga sebelumnya jagung-jagung yang sudah mulai layu kini sudah kembali segar dan masuk pada vegetatif vase generatif. "Saya lihat untuk daerah Lewa sebagian petani sudah panen jagung termasuk daerah Nggoa, sedangkan di Mahu dan wilayah selatan lain juga sudah membaik juga jagungnya termasuk wilayah Pandawai, Kanatang, Haharu kini juga hujan sudah membaik sudah mulai berbunga jadi kita tidak terlalu terancam kita,"ungkap Oktavianus.

Sedangkan terkait dengan ketersediaan benih baik benih padi, jagung dan benih kacang tanah, kata Oktavianus, pada tahun anggaran 2020 ini, pihaknya akan meminta dukungan dana untuk bisa dilakukan pengadaan benih bagi para petani. Jika tidak ada, maka pada posisi sulit, sebab apa yang ditanam masyarakat saat ini sudah gagal tanam dan gagal panen.

Ana Kolin Bangga Julie Laiskodat Menambah Utusan Keterwakilan Perempuan di DPR RI

Elektrifikasi Listrik di Manggarai Tertinggi di NTT Capainya 95,61 Persen

Tak Bisa Hafal Uang Diambil, Ibu RT Selewengkan Dana Desa di Sikka Pasrah Jalani Proses Hukum

"Suka tidak suka, mau tidak mau Pemda harus melakukan pengadaan benih baik benih padi, jagung dan kacang tanah. Minimal kita harus siapkan benih untuk masyarakat,"pungkas Oktavianus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved