Breaking News

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 7 September 2025, "Menjadi Murid Yesus yang Sejati"

Mereka penuh semangat yang berkobar-kobar dan dengan harapan-harapan tertentu

Editor: Eflin Rote
Dok. POS-KUPANG.COM
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademet
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
Minggu, 7 September 2025
Hari Minggu Kitab Suci Nasional
Keb. 9:13-18; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; 
Flm. 9b-10,12-17; Luk. 14:25-33
Warna Liturgi Hijau

Menjadi Murid Yesus yang Sejati

Penginjil Lukas menceritakan bahwa orang banyak berduyun-duyun mengikuti Yesus.

Mereka datang dari pelbagai tempat tanpa mengenal 
lelah.

Mereka berjalan bersama Yesus menuju Yerusalem sebagai puncak pemenuhan tugasNya yakni menderita dan wafat di salib.

Mereka penuh semangat yang berkobar-kobar dan dengan harapan-harapan tertentu.

Ada yang memiliki harapan secara politis supaya Yesus menjadi raja yang membebaskan mereka dari kekuasaan Romawi. 

Ada yang memiliki harapan untuk mendengar Sabda dan memperoleh kesembuhan.

Namun, para muridNya sendiri belum sempat berpikir tentang misi GuruNya ke Yerusalem padahal Yesus sudah memberitakan tentang paskahNya, dalam 
hal ini Ia menderita sampai wafat dan bangkit pada hari ketiga.

Di sini kita dapat mengatakan bahwa orang-orang Kristen mengaku diri sebagai pengikut Kristus.

Namun, untuk menjadi murid Yesus yang sejati tidaklah sesederhana menerima pembaptisan saat kanak-kanak, atau lulus masa katekumenat lalu menerima pembaptisan dan krisma.

Tidak otomatis pula orang yang taat dengan tradisi kekatolikan – seperti mengikuti perayaan Ekaristi, aktif dalam kegiatan Gereja, dan tekun membaca Kitab Suci – sudah menjadi murid Yesus yang sejati.

Maka dalam pengajaranNya, Yesus memberikan tiga syarat untuk menjadi muridNya.

Pertama, membuat pertimbangan yang matang. Bukan sekedar memilih Yesus secara asalasalan atau ikut-ikutan.

Perumpamaan kecil yang disampaikan Yesus, 
bahwa orang yang membangun rumah harus menghitung dengan teliti anggarannya supaya kalau mulai dibangun, rumah itu pasti selesai.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved