Simak Yuk, Saat Para Relawan Mulai Sosialisasi Tentang HIV dan Aids di Lembata

Tingginya angka HIV/AIDS di Kabupaten Lembata mendapat perhatian khusus bagi pegiat sosial di kota Lewoleba yang menamakan diri

Simak Yuk, Saat Para Relawan Mulai Sosialisasi  Tentang  HIV dan Aids di Lembata
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Sosialisasi HIV dan Aids di RW 09, Tujuh Maret Tengah, Kelurahan Lewoleba Tengah, kecamatan Nubatukan, Selasa (25/2/2020) malam 

Simak Yuk, Saat Para Relawan Mulai Sosialisasi  Tentang  HIV dan Aids di Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Tingginya angka HIV/AIDS di Kabupaten Lembata mendapat perhatian khusus bagi pegiat sosial di kota Lewoleba yang menamakan diri Perempuan Fenomenal Lembata.

Para sukarelawan ini mulai melakukan tindakan konkret dengan menggelar diskusi dan sosialisasi dalam rangka membagi pengetahuan seputar bahaya HIV dan AIDS, cara pencegahan, serta upaya menahan laju penyakit mematikan tersebut kepada warga di kota Lewoleba.

Komunitas yang digawangi Yuliana Atu, Ani Lamak, dan Theresia Wilda ini mulai melakukan diskusi dan sosialisasi di RW 09, Tujuh Maret Tengah, Kelurahan Lewoleba Tengah, kecamatan Nubatukan, Selasa (25/2/2020) malam.

“Kita berharap warga RW. 09 ini menjadi warga sadar HIV/AIDS. Kita mulai dari RW09 dan akan menggelar sosialisasi yang sama kepada warga yang lain," ujar pegiat HIV dan Aids Lembata, Nefri Eken.

Nefri menjelaskan, dengan dilakukan sosialisasi tersebut warga bisa melakukan Konfirmasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Warga diharapkan menjadi pewarta bagi orang lain seputar masalah HIV dan AIDS.

Sementara itu, Dokter Alma Carvallo dalam sosialisasi tersebut mengungkapkan tingginya angka HIV/AIDS di Lembata lebih didominasi perilaku seks bebas. Dokter Alma menyebutkan fenomena prostitusi gelap yang marak terjadi di kota Lewoleba akhir-akhir ini juga menjadi salah satu penyebab.

Anggota komunitas Perempuan Fenomenal Lembata ini mengatakan, prostitusi gelap di Kota Lewoleba sudah diketahui sejak lama, bahkan komunitasnya menduga kuat terdapat jaringan yang terorganisir.

“Di Lewoleba saat ini, ada yang jadi ojek online yang tugasnya mengantar pesanan. Ada prostitusi online, bahkan mulai terdeteksi beberapa tempat yang sering digunakan untuk transaksi bebas," ungkap dokter yang banyak merawat para pengidap HIV ini.

Dia mengatakan, prostitusi gelap di kota Lewoleba saat ini rata-rata dilakoni kaum muda terutama para pelajar. Oleh karena itu, Ia mengimbau warga di RW 09 termasuk para pelajar dan kaum muda yang hadir untuk menghindari seks bebas dan perilaku lainnya berakibat menularnya virus mematikan itu.

Sosialisasi yang didukung penuh, Konci Lajar selaku ketua RW 09 itu dimulai sekitar pukul 19.00 Wita dan berakhir pukul 22.20 Wita.

RAMALAN ZODIAK Besok Kamis 27 Februari 2020, Sagitarius Akan Bahagia, Taurus Bisnis Berkembang

VIDEO - Dua Oknum Siswa BSB Maumere-Flores, Dirumahkan, Gara-Gara Kasus Feses

Ini Langkah-Langkah Jika Ingin Menjual Ternak ke Luar Lembata

Puluhan warga yang mengikuti sosialisasi tersebut tampak sangat antusias. Berbagai pertanyaan warga seputar HIV dan AIDS juga dijelaskan secara detail oleh dokter Alma dan rekan-rekannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

 
 

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved