Korban Meninggal Ketujuh DBD di Sikka

Wabah demam berdarah dengue ( DBD) di Kabupaten Sikka, Pulau Flores semakin mengganas

Korban Meninggal Ketujuh DBD di Sikka
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Kekurangan tempat tidur,dua pasien DBD menempati satu tempat tidur di RSUD dr.TC.Hillers Maumere 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Wabah demam berdarah dengue ( DBD) di Kabupaten Sikka, Pulau Flores semakin mengganas. Hari Minggu (23/2/2020), remaja SMP asal Kecamatan Bola, sebelah selatan Kota Maumere, Pulau Flores, Frederikus Antonius (15) Meninggal Dunia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan korban mengalami shok ketika dirujuk dari Puskesmas Bola.

"Penyebabnya meninggalnya karena terlambat dibawah ke sarana kesehatan. Pemeriksaan terakhir dilakukan di Klinik Go lalu ke Puskesmas Bola dengan kondisi shok dan dilarikan ke RSUD Maumere akhirnya meninggal," kata Petrus.

Kepala SMKN 1 Kota Kupang Akan Cek Siswa yang Isap Rokok Elektrik

Munculnya kasus kematian yang baru ini terus menambah deretan korban mati akibat DBD menjadi tujuh korban dari keseluruhan warga Sikka terjangkit 861 orang.

Petrus mengatakan pemerintah Sikka telah memperpanjang masa status Kejadian Luar Biasa (KLB) tahap tiga mulai 22 Januari 2020 sampai 14 hari ke depan. KLB ditetapkan Bupati Sikka mulai tanggal 21 Januari 2020.

Museum Destinasi Pariwisata Cerdas

Semakin banyaknya penderita DBD, kata Petrus, saat ini RS mengalami kelebihan kapasitas, sehingga ia meminta manajemen mengoptimalkan pelayanan.

Dinas Kesehatan Sikka,kata Petrus, siaga 1x24 jam. Pemerintah menyediakan reagen dan pemeriksaan 1x24 jam bila ditemukan tanda bahaya segera dirujuk ke RS. (laporan wartawan POS-KUPANG.COM, egunius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved