Kepala SMKN 1 Kota Kupang Akan Cek Siswa yang Isap Rokok Elektrik

Kepala SMKN 1 Kota Kupang Mathias Beeh akan mengecek secara detil para siswa di sekolahnya yang diduga menggunakan rokok elektrik

Kepala SMKN 1 Kota Kupang Akan Cek Siswa yang Isap Rokok Elektrik
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Kepsek SMKN I Kupang, Mathias Beeh 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala SMKN 1 Kota Kupang Mathias Beeh akan mengecek secara detil para siswa di sekolahnya yang diduga menggunakan rokok elektrik atau vape.

Hal itu disampaikan Mathias kepada POS-KUPANG.COM, Senin (24/2/2020) menanggapi informasi bahwa sejumlah siswa di sekolahnya menggunakan rokok elektrik.

Mathias mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan ada siswa-siswi SMKN 1 Kota Kupang yang menggunakan Vape. "Kami belum temukan ada murid kami yang gunakan rokok elektronik di sekolah," tegasnya.

Museum Destinasi Pariwisata Cerdas

Menurutnya, jika ditemukan ada siswa yang merokok, maka pihaknya akan ditindak sesuai dengan tata tertib sekolah.

Tak hanya itu, kata Mathias, ia bersama guru akan menelusuri api motif siswa merokok. "Dan akan berlanjut memanggil orangtua untuk mencari solusi bersama dan mengawasi anak," ungkapnya.

Dia katakan pada tingkat yang lebih serius, siswa yang bersangkutan akan diskorsing untuk direhabilitasi. Namun, lanjutnya, pihaknya tidak akan serta merta memvonis siswa tetapi akan diupayakan jalan keluar demi masa depan anak.

Terpilih Secara Aklamasi, Umbu Lili Pekuwali Kembali Jadi Ketua DPD Golkar Sumba Timur

Sementara itu, informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, ada siswa SMKN 1 Kota Kupang dan SMA 1 Kota Kupang ada yang membawa vape ke sekolah.

"Ada yang bawa vape ke sekolah. Memang tidak setiap hari tapi kadang-kadang saja. Sepertinya mereka membawa vape milik kakak mereka, karena tidak setiap hari. Guru tidak tahu, karena mereka isap vape kalau guru tidak ada di dalam kelas atau saat kegiatan di sekolah tidak terlalu full," ujar salah satu siswa SMKN 1 Kota Kupang, Sabtu (22/2/2020).

Siswa lain dari SMA Negeri 1 Kota Kupang juga mengatakan hal yang sama. Namun hingga saat ini Kepala SMA 1 Kota Kupang belum berhasil dikonfirmasi POS-KUPANG.COM.

"Di kelas saya tidak ada, tapi ada di kelas lain. Kalau guru tidak ada baru mereka isap vape. Bau yang biasa tercium itu bau coklat. Mereka bawa alat dan juga cairannya ke dalam kelas. Hanya mereka pakai kalau guru tidak ada," ujar salah satu siswi SMA Kota Kupang kepada yang enggan menyebutkan namanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved