Kepala Satpol PP Lembata: Banyak Pelajar di Lewoleba Gemar Bolos Sekolah dan Keluyuran Malam
Kepala Satpol PP Lembata: banyak Pelajar di Lewoleba gemar bolos sekolah dan keluyuran malam
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Kepala Satpol PP Lembata: banyak Pelajar di Lewoleba gemar bolos sekolah dan keluyuran malam
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kepala Satpol PP Kabupaten Lembata saat ini gencar melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah untuk meminimalisasi pelajar yang bolos pada saat jam sekolah. Petugas Satpol PP juga rutin menggelar patroli di sudut-sudut Kota Lewoleba guna menindak para pelajar yang keluyuran hingga tengah malam.
Kepala Satpol PP Kabupaten Lembata Markus Lela Udak mengatakan informasi dari masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk membina pelajar yang bolos sekolah.
• Tersangka Perdagangan Orang Diancam Penjara 15 Tahun
Pihaknya juga melakukan kerja sama dengan para guru untuk memantau para pelajar melalui daftar absensi dan kehadiran mereka di sekolah.
"Ada yang mereka tidak hadir di kelas tapi mereka juga ada di kos-kosan, kalau ada informasi maka petugas kami akan jemput ke kantor dan lakukan pembinaan dan panggil orangtua untuk buat surat pernyataan," kata Markus saat ditemui di Hotel Lembata Indah, Rabu (19/2/2020).
• Bupati Gidion Audiens Dengan Menteri KKP RI Edhy Prabowo
Markus menambahkan selama ini para petugas juga sudah sering melakukan penindakan terhadap para pelajar yang bolos sekolah dan keluyuran sampai tengah malam.
Markus menjamin penindakan yang mereka lakukan sangat edukatif dan melibatkan para guru dan orangtua.
Dari hasil pemantauan, dia mengakui ada peningkatan jumlah pelajar yang bolos sekolah dan memilih nongkrong di kos-kosan atau di rumah penduduk.
Dia mengakui banyak pelajar juga yang keluyuran sampai tengah malam di beberapa tempat di Kota Lewoleba.
Sedangkan dihubungi terpisah, Warga Kota Lewoleba Andi Lasar meminta pemerintah melakukan pendekatan edukatif terhadap pelajar yang bolos sekolah dan menindak tegas para pelajar yang masih nongkrong di tempat-tempat gelap sampai tengah malam.
Menurut dia, orangtua dan guru juga tidak bisa tinggal diam terhadap masalah ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)