Salam Pos Kupang

Menuju Satu Data Kependudukan

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul menuju satu data kependudukan

Menuju Satu Data Kependudukan
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul menuju satu data kependudukan

POS-KUPANG.COM - Sensus Penduduk 2020 resmi dimulai. Badan Pusat Statistik ( BPS), mengumumkan bahwa, sistem Sensus Penduduk Online dimulai dari 15 Februari hingga 31 Maret 2020 dan diikuti dengan sensus penduduk Wawancara (SP Wawancara) yang dilaksanakan pada 1-31 Juli 2020 dan Pencacahan Sampel di bulan Juli 2021.

Sensus Penduduk Indonesia 2020 atau disingkat SP2020 adalah pendataan penduduk Indonesia yang mencakup jumlah penduduk, etnis, agama, pekerjaan, perekonomian, dan lain-lain. Sensus 2020 adalah sensus yang ke-7.

Simak Prakiraan Cuaca Oleh BMKG di Sepuluh Lokasi Wisata di Sumba Hari Ini

Jumlah penduduk Indonesia hingga saat ini menurut data Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri tanggal 25 November 2019 adalah sebanyak 266.534.836 jiwa.

Sensus penduduk 2020 ini menggunakan data administrasi kependudukan dari Ditjen Dukcapil sebagai basis data dasar yang kemudian dilengkapi pada pelaksanaan SP2020.

Pemerintah melakukan sensus penduduk 2020 yang melibatkan beberapa lembaga negara, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Sekolah Harus Buat Pengkajian Gaji Guru Honorer Agar Sesuai UMP

Upaya ini menjadi langkah penting perwujudan Satu Data Kependudukan Indonesia.

Berbeda dengan sensus sebelumnya yang hanya menggunakan pendekatan top down, maka sensus kali ini juga menggunakan pendekatan bottom up. Masyarakat diharapkan berpartisipasi untuk mengisi data-datanya secara online.

Partisipasi aktif masyarakat akan membantu pemerintah mendapatkan data kependudukan yang akurat dan mutakhir sehingga pengambilan kebijakan terkait kependudukan dan perencanaan pembangunan akan lebih baik.

Masyarakat dapat mengisi data-data pribadinya di laman sensus.bps.go.id. Kartu keluarga, KTP, buku nikah, dokumen cerai dan surat kematian perlu disiapkan saat melakukan sensus online ini.

Sedangkan, waktu pengisian data pribadi rata-rata adalah lima menit. Masyarakat juga bisa mengecek keberadaan NIK KTP dan Nomor Kartu Keluarga sudah terdaftar atau belum.

Hal yang sensitif dalam sensus penduduk adalah kerahasiaan data. Negara mesti menjamin agar kerahasiaan data masyarakat terlindungi agar tidak diretas dan disalahgunakan untuk kepentingan yang berbeda sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Selain itu dengan akurasi data yang diperoleh melalui sensus penduduk 2020 diharapkan kualitas perencanaan pembangunan pada tiap level makin tepat sasar.

Dengan demikian intervensi-intevensi pembangunan diharapkan juga dapat efektif mengentas kemiskinan masyarakat. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved