Begini Langkah Camat Lamaknen-Belu Antisipasi Rawan Pangan

Seiring dengan curah hujan, para petani di Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu tidak serentak menanam padi sawah

Begini Langkah Camat Lamaknen-Belu Antisipasi Rawan Pangan
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Camat Lamaknen, Roni Mau Luma

Begini Langkah Camat Lamaknen-Belu Antisipasi Rawan Pangan

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA----Camat Lamaknen, Kabupaten Belu, Hironimus Mau Luma sudah berpikir jauh dan menggambil langka antisipasi bila terjadi rawan pangan tahun ini di wilayah kecamatannya.

Langkah yang diambil Camat Lamaknen adalah menginstruksikan seluruh kepala desa se-Kecamatan Lamaknen agar mengalokasikan dana yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk penyedian pangan bagi masyarakat dalam masa enam bulan. Dana yang dialokasikan itu akan dimanfaatkan ketika masyarakat benar-benar kehabisan stok pangan.

Roni Luma, demikian ia disapa mengatakan hal itu kepada wartawan, Kamis (20/2/2020). Dikatakannya, curah hujan di wilayah Lamaknen tahun 2020 kurang stabil sehingga ada lahan pertanian yang belum ditanam, baik tanaman padi maupun jagung. Kondisi ini tentu menjadi indikasi awal bagi petani akan mengalami kekurangan pangan di waktu-waktu tertentu, terlebih musim paceklik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Roni selaku camat menginstruksikan kepada kepala desa agar mengokasikan anggaraan yang bersumber dari ADD untuk penyedian pangan bagi masyarakat selama enam bulan. Dana tersebut disiapkan lebih awal agar di saat masyarakat kekurangan stok pangan, pemerintah desa sudah menyediakan anggaran untuk antisipasi.

"Saya sudah instruksi kepada sembilan kepala desa di Lamaknen untuk alokasikan dana ADD untuk penyedian pangan bagi masyarakat kalau nanti masyarakat kekurangan stok pangan", ujar Roni.

Tambah Roni, saat asistensi ADD bulan lalu, ia sudah memberikan arahan kepada kepala desa untuk mengalokasikan ADD untuk antisipasi rawan pangan dan para kepala desa menyetujui.

Mantan Kabag Humas Setda Belu ini juga mengingatkan para kepala desa agar pengelolaan ADD mesti memberi dampak ekonomi bagi masyarakat desa. Misalnya, bila ada program pembangunan fisik, maka tenaga kerjanya adalah warga desa sendiri bukan didatangkan dari luar desa. Begitu juga penggunaan bahan lokal agar bisa menggambil bahan lokal yang ada di desa sendiri dan dalam satu wilayah kecamatan, kecuali bahan non lokal seperti semen, besi beton.

Kenali 7 Tanda Berikut Yang Menandakan Tumbuhmu Mulai Diserang Kanker Ganas

Jangan Diabaikan Jus Buah Ini, Dijamin Ampuh Mengurangi Resiko Serangan Jantung Loh

Sering Diabaikan, Inilah 3 Manfaat Mandi Air Hangat Bagi Kesehatan

Menurut Roni, apabila pengolaan ADD tidak seperti yang ia contohkan maka dampak pada penurunan kemiskinan tidak nampak. Padahal sesungguhnya, ADD dan dana desa yang dikuncurkan oleh pemerintah dalam rangka menurunkan angka kemiskinan. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved