Healthy
Dr. Reymond Parlindungan: Waspadai Kanker Payudara, Deteksi Dini dengan Sadari dan Sadanis
Hari Kanker Sedunia telah tumbuh menjadi gerakan positif penyakit berbahaya seperti kanker.
POS-KUPANG.COM|KUPANG- Kanker adalah penyakit paling mematikan nomor dua di dunia. Tahun ini, Hari Kanker se-Dunia akan kembali diperingati pada 4 Februari dengan mengusung tema & quot I Am and I Will"" yang diartikan sebagai komitmen dalam diri untuk melakukan sebuah tindakan.
Hari Kanker Sedunia telah tumbuh menjadi gerakan positif dalam meningkatkan kesadaran kepada masyarakat di seluruh dunia bahwa pentingnya menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti kanker.
Ada sekitar 9,6 juta jiwa tercatat meninggal dunia
setiap tahunnya akibat penyakit tersebut. Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018.
• SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming YouTube PSS TV PSS Sleman vs Persib Bandung, Skor Sementara 0-2
Angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika insiden kanker terus tumbuh pada tingkat yang dilaporkan, jumlah kematian di seluruh dunia akibat kanker akan meningkat menjadi lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030.
Upaya pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, yaitu kanker payudara, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini kanker payudara pada perempuan usia 30-50 tahun dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS).
Merupakan pemeriksaan yang sederhana, mudah, cepat dan hasil dapat diketahui langsung. Pemeriksaan secara benar dan teratur dapat mendeteksi kanker pada stadium awal (stadium I atau II) sebesar 68 % (Regional Workshop NCCP, India 2010).
• Puisi-Puisi Pos Kupang Minggu Ini, Ikutin di Sini Yuk!
Faktor Resiko Kanker Payudara
Faktor risiko yang erat kaitannya dengan peningkatan insiden kanker payudara antara lain jenis kelamin wanita, usia 50 tahun, riwayat keluarga dan genetik (Pembawa mutasi gen BRCA1, BRCA2, ATM atau TP53 (p53)), riwayat penyakit payudara sebelumnya (DCIS pada payudara yang sama, LCIS, densitas tinggi pada mamografi), riwayat menstruasi dini (12 tahun) atau menarche lambat (55 tahun), riwayat reproduksi (tidak memiliki anak dan tidak menyusui), hormonal, obesitas, konsumsi alkohol, riwayat radiasi dinding dada, faktor lingkungan.
• Mahasiswa Undana Nadia Riwu Kaho Miss Indonesia NTT, Siap Bersaing di Miss Indonesia 2020
Apa itu pemeriksaan payudara sendiri ( SADARI)
SADARI merupakan salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada payudara. SADARI bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya.
Pemeriksaan ini direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap bulannya.
Bagaimana langkah-langkah melakukan SADARI
Bagi wanita yang masih haid, pemeriksaan dilakukan setiap hari ke-7 sampai 10, dihitung mulai dari hari pertama haid atau setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause.
Pada saat melakukan SADARI keadaan yang harus diperhatikan adalah benjolan pada payudara, penebalan kulit, perubahan ukuran dan bentuk payudara, pengerutan kulit payudara, keluar cairan dari putting payudara, nyeri, pembengkakan lengan atas, teraba benjolan pada ketiak atau sekitar leher.
Langkah Sadari yaitu:
1. Perhatikan dengan teliti payudara Anda di depan cermin, dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan bila terdapat benjolan atau perubahan bentuk, warna, dan ukuran
pada payudara (secara normal ukuran pada payudara kanan dan kiri tidak sama persis).
2. Angkatlah kedua lengan ke atas sampai kedua tangan berada di belakang kepala dan tekan ke arah depan. Kemudian tekanlah kedua tangan Anda dengan kuat pada pinggul dan gerakkan kedua lengan dan siku ke arah depan sambil mengangkat bahu.
Cara ini akan menegangkan otot-otot dada Anda sehingga perubahan-perubahan seperti cekungan atau benjolan akan lebih terlihat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-reymond-hendrikson.jpg)