Salam Pos Kupang

NTT dan Listrik Mikrohidro

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul NTT dan listrik mikrohidro

NTT dan Listrik Mikrohidro
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul NTT dan listrik mikrohidro

POS-KUPANG.COM - SEMAKIN menipisnnya sumber daya energi berbasis fosil atau bahan bakar dari fosil membuat jenis sumber energi semakin langka dan mahal. Bahkan, saat bahan bakar fosil habis maka dunia pun akan gelap dan lumpuh.

Saat ini pemerintah tengah berupaya untuk terus melakukan inovasi untuk mengembangkan bahan bakar berbasis energi terbarukan. Dan masih banyak sumber energi yang bisa dikembangkan antara lain bio solar atau disel yang memanfaatkan tumbuh-tumbuhan untuk membuat bahan bakar minyak.

Lampu Lalulintas di TTS Tidak Berfungsi, Ini Tanggapan Kadis Perhubungan TTS

Selain itu potensi angin, air dan laut yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakan turbin pembangkit listrik serta masih banyak lagi potensi. Dan sudah semestinya bahan bakar dan energi terbarukan dikembangkan untuk masa depan.

Di Kabupaten Nagekoe pun telah mengembangkan energi terbarukan untuk pembangkit listrik mikrohidron atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Kehadiran PLTMH ini sedikit mengungai beban PLN dalam memasok listrik untuk warga, atau warga memanfaatkan sumber daya yang ada untuk pembangkit listrik tersebut.

Penghargaan Atas Prestasi Atlet

Kehadiran PLTMH ini merupakan solusi pemenuhan listrik bagi masyarakat di daerah terpencil. Wujud kehadiran PLTMH di Desa Wolokisa, Kecamatan Mauponggo, Kebupaten Nagekeo ini setidaknya menjawab kebutuhan masyarakat akan listrik. Dan kini masyarakat tidak lagi memanfaatkan pelita atau lampu minyak sebagai penerang.
Bahkan listrik mikrohidro yang digunakan bisa melayani hingga 24 jam nonstop.

Artinya pasokan listrik yang ada tidak hanya sebagai lampu penerangan di rumah tetapi juga untuk aktivitas yang lain bahkan untuk kegiatan produksi dalam usaha ekonomi mikro keluarga.

Selain itu kehadiran listrik di desa juga menjadi barometer kemajuan di suatu desa serta bisa memicu kemajuan ekonomi desa. Aktivitas warga juga tidak hanya siang hari tetapi bisa lanjut hingga malam hari. Warga kini juga sudah bisa memiliki fasilitas televisi sebagai media hiburan dan edukasi hingga penyerapan informasi.

Namun kehadiran PLTMH ini bukan berarti tanpa biaya. Fasilitas untuk PLTMH ini tentu sangat mahal sehingga warga perlu menjaga agar fasilitas ini bisa berusia lama atau masa pakainya panjang.

Karena tenaga penggerak turbin PLTMH adalah air maka warga juga perlu menjaga kelestarian hutan. Sebab, bila terjadi kerusakan hutan maka akan menggangu ketersediaan debit air. Dan, bila debit air semakin menipis maka dayagerak turbin pun makin berkurang bahkan turin tidak bekerja atau rusak. Dengan demikian masyarakat pula yang menerima akibatnya.

Di NTT belum semua desa bisa menikmati listrik, pendekatan menggunakan model energi terbarukan itu bisa menjadi solusi. Bukan saja air, tetapi sinar matahari, arus angin bahkan gelobang laut bisa menjadi pilihan untuk menciptakan listrik dengan pendekatan energi terbarukan. *

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved