Salam Pos Kupang

Penghargaan Atas Prestasi Atlet

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: Penghargaan atas prestasi atlet

Penghargaan Atas Prestasi Atlet
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul: Penghargaan atas prestasi atlet

POS-KUPANG.COM - SEUSIA Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional ( SKN), pemerintah membagi olahraga dalam tiga versi. Olahraga prestasi, olahraga kemasyarakatan dan olahraga pendidikan. Olahraga prestasi berhubungan dengan gelar juara, olahraga kemasyarakatan atau olahraga yang lahir dari budaya masyarakat dan olahraga pendidikan, yakni hubungannya dengan pemassalan dan pembudayaan.

Provinsi NTT sesuai pemetaannya untuk olahraga prestasi lebih berpotensi di cabang beladiri. Sebut saja tinju, kempo, karate dan taekwondo, atlet NTT juara hingga prestasi internasional. Baik olahraga amatir maupun profesional, atlet NTT terus bermunculan di berbagai generasi.

Damyan Godho, Firmus Wangge dan Uskup Petrus Turang

Terakhir yang membuat publik terhenyak adalah prestasi yang diraih Aprianus Tomas alias Ama Sabu, pemuda kelahiran Kabupaten Sumba Timur yang memukul KO lawannya di ajang kompetisi beladiri One Pride MMA. Ama Sabu sudah bertarung di One Pride MMA sejak tahun 2018. Sebelumnya, dia merupakan atlet tinju, muaythai dan juga pencak silat.

Prestasi yang diraih Ama Sabu yang menyematkan identitas NTT di namanya ini menjadi kebanggaan tersendiri. Nama NTT sudah dibuat harum dengan prestasi yang diraih. Ada kebanggaan yang terpatri ketika orang menyebut kalau juara MMA adalah putra NTT.

Bila dilihat ke belakang, apa yang diraih Ama Sabu ini sudah banyak anak NTT yang menggapainya. Dari cabang tinju profesional, sebut saja Anis Roga, Alex Bajawa, Maxi Nahak, Tibo Monabesa, Silem Serang, Yansen Hebi Merapu dan lainnya, semuanya punya prestasi internasional. Sayangnya, prestasi itu kemudian terkubur dimakan zaman.

DPRD dan Pemkab Kupang Cuma Datang Foto dan Habis Dijanji

Beberapa di antara mereka, bahkan saat ini kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di saat berjaya di atas ring, mereka dielu-elukan bahkan dipuja bak dewa. Namun selanjutnya mereka dilupakan. Muncul atlet baru, dipuja, dielukan kemudian dilupana. Begitu seterusnya.

Hal ini harusnya menjadi masalah bagi pembinaan atlet di daerah kita. Kita mesti bersyukur, Ama Sabu dkk masih mau memakai identitas NTT saat bertarung. Artinya, tak salah kalau pemerintah sebagai pemegang otoritas kebijakan terutama di daerah harus memperhatikan kondisi ini. Jangan biarkan mereka berjuang sendiri mengharumkan nama daerah.

Dampingi mereka. Berikan harapan bahwa prestasi kamu pasti dihargai. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Berikan jaminan terhadap masa depan mereka. Tentu ii akan membuat mereka lebih bergairah untuk mengukir prestasi.

Ingat, untuk saat ini, hanya olahraga dan seni yang bisa mengharumkan nama NTT. Kita tentu tak ingin nama daerah yang kita cintai ini terus diidentikan dengan kemiskinan dan keterpurukan. **

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved