Masih Ada Warga Yang Takut Jika Terjadi Longsor di Kotakeo
Tanah longsor pun nyaris menimpa rumah warga. Jika tidak ada penanganan, akan berbahaya bagi warga di Kotakeo.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Masih Ada Warga Yang Takut Jika Terjadi Longsor di Kotakeo
POS-KUPANG.COM | MBAY --Masih Ada Warga Yang Takut Jika Terjadi Longsor di Kotakeo
Jalan yang menghubungkan wilayah Kotakeo Raya dengan wilayah Ladolima Raya, Desa Degalea dan Desa Woewutu di Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo hampir putus akibat longsor.
Tanah longsor pun nyaris menimpa rumah warga. Jika tidak ada penanganan, akan berbahaya bagi warga di Kotakeo.
Susana Kalsandi Coo, siswi kelas VI SDK Kota yang tinggal di Kampung Kota Baru Desa Kotakeo mengatakan dirinya berharap jalan tersebut segera diperbaiki.
Jika tidak diperbaiki akan membuat anak-anak sekolah merasa tidak nyaman.
"Saya takut saat melewati jalan itu.Takut kalau terjadi longsor saat saya dan teman-teman saya berjalan ke sekolah. Di jalan itu ada lubang besar dan kalau hujan, air mengikis sisi jalan yang berlubang tersebut sehingga lubangnya semakin besar," ujar Susana, Rabu (12/2/2020).
Ia berharap agar tidak terjadi hujan deras lagi atau jalan tersebut segera diperbaiki.
"Karena kalau jalan itu putus, saya tidak bisa ke sekolah.Padahal saya sudah kelas VI, sudah mau ujian," ujar dia.
Nyari Timbun Rumah Warga
Sementara itu, Kepala Desa Kotakeo, Silvester Ebo, mengaku tanah longsor pun nyaris menimpa rumah warga. Jika tidak ada penanganan, akan berbahaya bagi warga di Kotakeo.
"Longsor telah terjadi sejak tanggal 13 November 2019 yang lalu. Longsor ini sudah lama terjadi. Saya telah melaporkan keadaan ini kepada Pemda Nagekeo, beberapa hari setelah longsor terjadi. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan," ujar Kades Silvester.
Silvester menyebutkan karena laporannya belum mendapat respon dari Pemda Nagekeo, ia kemudian membuat laporan baru pada Kamis (6/2/2020).
"Kebetulan terjadi juga bencana lain yaitu longsor di tiga saluran irigasi dan longsoran lain yang menimpa sebuah rumah warga. Laporan sudah saya antar ke Mbay," ungkap Silvester.
Ia mengharapkan agar Pemda Nagekeo dapat segera menanggapi laporannya. Karena jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Kotakeo Raya dengan wilayah Ladolima Raya, Desa Degalea dan Desa Woewutu.