Longsor di Kotakeo Nyaris Timbun Rumah Warga

Masyarakat harus melewati jalan ini untuk ke pasar, ke sekolah, ke polindres,ke gereja,ke kebun dan ke tempat-tempat lainnya.

Longsor di Kotakeo Nyaris Timbun Rumah Warga
POS KUPANG/ISTIMEWA
Kondisi jalan yang nyaris putus dan timpa rumah warga di Kotakeo Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Rabu (12/2/2020). 

Longsor di Kotakeo Nyaris Timbun Rumah Warga

POS-KUPANG.COM | MBAY --Jalan yang menghubungkan wilayah Kotakeo Raya dengan wilayah Ladolima Raya, Desa Degalea dan Desa Woewutu di Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo hampir putus akibat longsor.

Tanah longsor pun nyaris menimpa rumah warga. Jika tidak ada penanganan, akan berbahaya bagi warga di Kotakeo.

"Longsor telah terjadi sejak tanggal 13 November 2019 yang lalu. Longsor ini sudah lama terjadi. Saya telah melaporkan keadaan ini kepada Pemda Nagekeo, beberapa hari setelah longsor terjadi. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan," ujar Kepala Desa Kotakeo Silvester Ebo ketika menghubungi POS-KUPANG.COM dari Kotakeo ke Mbay, Rabu (12/2/2020).

Silvester menyebutkan karena laporannya belum mendapat respon dari Pemda Nagekeo, ia kemudian membuat laporan baru pada Kamis (6/2/2020).

"Kebetulan terjadi juga bencana lain yaitu longsor di tiga saluran irigasi dan longsoran lain yang menimpa sebuah rumah warga. Laporan sudah saya antar ke Mbay," ungkap Silvester.

Ia mengharapkan agar Pemda Nagekeo dapat segera menanggapi laporannya. Karena jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Kotakeo Raya dengan wilayah Ladolima Raya, Desa Degalea dan Desa Woewutu.

Masyarakat harus melewati jalan ini untuk ke pasar, ke sekolah, ke polindres,ke gereja,ke kebun dan ke tempat-tempat lainnya.

Ia menjelaskan penyebab longsor adalah usia jalan yang telah sangat tua dan intensitas hujan yang cukup tinggi.

"Jalan ini dibangun sekitar 18 tahun yang lalu dan belum pernah diperbaiki. Mungkin karena usianya telah tua makanya saat kena hujan besar, jalan ini longsor,"ujar dia.

Ia menyatakan dirinya khawatir akan datang hujan deras yang mengakibatlan seluruh badan jalan longsor dan ambruk.

Saat ini musim hujan dan sewaktu-waktu dapat terjadi longsoran lagi. Saat ini, tidak ada lagi kendaraan roda empat yang berani melewati jalan ini karena takut sewaktu-waktu jalan tersebut longsor.

Ia mengharapkan segera ada tindak lanjut dari Pemda Nagekeo.

Penyuluhan Hukum di Makodim 1625/Ngada, Mayor Chk Hari Santoso: Harus Bijak Menggunakan Medsos

Ini Kronologi Lengkap Kasus Kakek Tiri di Kupang Cabuli Bocah 3 Tahun

Kasus Rumah Makan Ada Belatung, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Barang Bukti

"Semoga kami cepat dibantu. Saat ini sebagian masyarakat tidak dapat menjual dan mendistribusikan hasil pertanian mereka sebab kendaraan roda empat tidak berani melintasi jalan ini,"katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved