VIDEO: Ini Kondisi Jagung di Halaman SMK Negeri I Aesesa. Menyedihkan, Terancam Mati

VIDEO: Ini Kondisi Jagung di Halaman SMK Negeri I Aesesa. Ibarat hidup enggan mati tak mau. Tanaman ini terancam gagal panen karena minimnya hujan.

VIDEO: Ini Kondisi Jagung di Halaman SMK Negeri I Aesesa. Menyedihkan. Terancam Mati. Ini Videonya

POS-KUPANG.COM, MBAY –  VIDEO: Ini  Kondisi Jagung di Halaman SMK Negeri I Aesesa.  Menyedihkan. Terancam Mati. Ini Videonya

Tanaman Jagung di kebun milik SMK Negeri I Aesesa Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo terancam gagal tumbuh.

Tanaman yang ditanam pada lahan seluas satu hektar tersebut kini layu. Bahkan ada banyak yang sudah mati.

VIDEO: Rumah Makan yang Jual Makanan Berbelatung, Ditutup. Ini Videonya

VIDEO: Warga Besipae Sandera Mobil Dinas Peternakan NTT. Ingin Tahu Alasannya? Tonton Videonya

VIDEO: Cek Prediksi Shiomu Selasa 11 Februari 2020 Monyet Naga Banyak Duit Kelinci Bakalan Sial

Teknisi Jurusan Pertanian SMK Negeri I Aesesa, Emanuel Kristoforus Jemu, mengatakan, nasib tanaman itu mengindikasikan gagal panen.

Penyebabnya, adalah curah hujan yang rendah sehingga tanaman itu kini gagal tumbuh.

"Tanaman ini ditanam Januari 2020. Saat ini sudah banyak yang mati karena curah hujan yang rendah," ujar Eman.

Eman mengatakan saat ini pihaknya pasrah karena minimnya hujan tahun ini merupakan dampak dari fenomena alam yang melanda NTT belakangan ini.

Dia mengatakan, tanaman jagung usia dua bulan, sebenarnya sudah tinggi dan subur. Tapi yang ada di kebun sekolah tersebut, justeru sangat memprihatinkan.

Kondisinya tidak bisa hidup, karena curah hujan yang sangat rendah.

Eman menjelaskan rencananya lahan tersebut akan ditanami cabe dan tomat dengan teknologi irigasi tetes.

VIDEO: Di Detukeli, Ende, Tiang Sudah Dipancang, Tapi Listrik Belum Menyala. Ini Videonya

VIDEO: KPH Ende Sulap Hutan Kebesani Jadi Tempat Wisata. Ini Apresiasi DPRD Ende. Simak Videonya

VIDEO: Kades Nida Sewa Ojek Rp 50 Ribu Untuk Ambil Air. Simak Videonya

"Rencananya kami mau tanam cabe dengan tomat. Kalau jagung memang tidak bisa lagi. Mau dipaksa juga sama saja, hasilnya tidak ada. Kondisi tanaman ini menandakan bahwa gagal panen di depan mata," ujar Eman.

Meski demikian, Eman mengatakan, pihaknya akan berusaha menyelamatkan tanaman tersebut dengan pola irigasi tetes.

Ke depan, irigasi tetes itu akan diterapkan untuk tanaman cabe dan tomat. (POS-KUPANG.COM/Gordi Donovan)

Tonton, like dan subscribe youtube chanel POS-KUPANG.COM

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved