Kasus Pembunuhan Charly Sowo, Polda NTT Datangkan Saksi dari Papua, Peluang Tambah Tersangka

Soal kasus pembunuhan Charly Sowo, Polda NTT datangkan saksi dari Papua, peluang tambah tersangka

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Wadir Reskrimum) Polda NTT AKBP Anthon CN di Mapolda NTT 

Namun ketika melintas jalan raya menuju Perumnas, tiba-tiba muncul sebuah motor dari salah gang perumnas berboncengan tiga orang.

Melihat motor itu, ia memainkan lampu terang dan redup hingga lampu jauh.

Namun tiga pelaku merasa tersinggu dengan lambu mobil yang terang dan menahan mobil korban.

Sekettika korban turun dari mobil menanyakan alasan menahan mobil dan pelaku mempersoalkan lampu mobil terang mengganggu perjalannya dan seketika terjadi adul mulut.

Melihat tiga pelaku dalam kondisi mabuk berat maka ia memilih naik kembali ke mobil dan terus berjalan menuju ke gang II demi menghindari keributan namun korban sempat melihat salah seorang pelaku mengikutinya dari belakang dengan sepeda motornya.

Tetangga kos juga ada yang mengikuti korban, takut korban dipukul.

Namun keluarga mengira korban pergi menjauh tak kembali lagi ke kosnya.

Ternyata korban memutar kembali mobil ke gang I menuju mobilnya.

Disana sudah ada dua pelaku lengkap dengan kayu menunggunya.

Kedua pelaku bersembunyi sehingga korban tidak melihatnya.

Ketika korban turun dari mobil, kedua pelaku telah bersembunyi dibalik mobil dan begitu korban menutup pintu mobil, satu pelaku memukul korban dari belakang menggunakan satu batang kayu dan diikuti pelaku lainnya. Seketika korban jatuh tergeletak di jalan raya.

Bersyukur, tetangga korban adalah anggota polisi dan TNI sehingga keluar rumah membantu mengangkat korban ke kamar kosnya.

Saat itu, korban masih bercerita seperti biasa, menceritakan kronologi kejadiannya awal hingga dipukul dua pelaku menggunakan kayu.

Nanun seketika korban mengaku pusing dan sakit kepala hingga dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil Dalmas milik kepolisian.

Sayangnya tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit, korban mengjebuskan nafas terakhir Kamis (5/2/2020).

Dihadapan keluarga korban, ketua peguyugan Sumba di Jayapura, Yulius Tanggu Solo, berjanji akan mengkawal kasus tersebut hingga tuntas. (Pet)

Foto salah satu anggota keluarga korban Melkianus Lende dalam hal ini Tobias D.Lelu yang juga adalah anggota DPRD SBD sdg memberikan pernyataan kepada pers di rumah duka, Sabtu (8/2/2020).

Pernyataan itu didampingi langsung ayah, ibu korban dan ratusan anggota keluarganya. (*)

* Pembunuhan Ibu Muda di Surabaya

Kasus pembunuhan secara keji pada mama muda terjadi di Jalan Tambak Wedi Langgar Gang Mawar Kota Surabaya.

Pembunuhan dengan cara melakukan penusukan dan sayatan pada tubuh mamam muda bernama Rima Murni (32) di hadapan kedua anaknya yang masih berumur 4 tahun dan 2 tahun.

Peristiwa pembunuhan terhadap mama muda itu terjadi pada Jumat (7/2/2020) sore dan baru diketahui oleh sang suami pada malam harinya..

Berikut kronologi pembunuhan yang dilakukan oleh orang tak dikenal terhadap mama muda itu seperti disampaikan oleh Pjs Kapolsek Kenjeran Kompol Aryanto Agus.

Menurut Aryanto, sore itu, Rika berada di rumahnya bersama dengan dua anaknya yang masih balita.

Dua anak Rika yang mengetahui peristiwa tersebut hanya bisa menangis menyaksikan ibunya dibantai pembunuh yang sedang diselidiki polisi.

Menurut keterangan anak Rika, ia melihat seorang pria mengenakan jaket hitam dan memakai helm berwarna hijau.

Jasad Rika kemudian ditemukan oleh suaminya.

Saat pulang bekerja, sekitar pukul 17.45 WIB, suami korban terkejut lantaran mendapati istrinya tewas .

"Istrinya tergeletak di bawah tempat tidur tak bernyawa, suaminya memanggil para tetangga dan melaporkan kejadian ke polisi," kata Aryanto.

Jasad Rika dibawa ke Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya untuk divisum.

Berdasarkan hasil visum, Rika tewas dengan 8 luka sayatan benda tajam di tangan dan perut.

"Pelaku masih diburu dan masih dikembangkan motifnya,"ujar dia.

Kamar Kos Tak Terkunci

Suami Rika bernama Laksana Widi Putra (35) tak menyangka menemui sang istri dalam kondisi tak bernyawa dengan mengenaskan.

Menurut keterangan polisi, saat itu Laksana seperti biasa pulang ke rumah kos usai bekerja sebagai buruh pabrik di Margomulyo.

Sesampainya di rumah kos, Laksana merasa ada yang janggal lantaran lampu kamar kosnya tak menyala seperti biasanya.

"Suami korban saat datang itu kondisi lampu tidak menyala dan gelap. Kemudian saat masuk ke kamar, pintu kamar itu sudah tidak terkunci.

Karena gelap, suami korban menyalakan lampu dan kaget saat melihat jasad istrinya bersimbah darah dengan isi perut terburai," kata PS Kapolsek Kenjeran, Kompol Agus Ariyanto, Sabtu (8/2/2020).

Melihat jasad istrinya mengenaskan, Laksana kemudian meminta tolong warga dna melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kenjeran Surabaya.

"Kami diback up Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke RSUD Dr Soetomo untuk keperluan Autopsi," kata Agus.

Rika ditemukan tewas terlentang di bawah tempat tidur ditemani dua anaknya yang masih balita.

Salah seorang saksi mata menyebut jika penemuan jasad Rika menjadi gempar ketika suami korban berteriak minta tolong.

"Tolong, siapa yang bunuh istri saya," kata Dadang sambil menirukan nada teriakan suami korban.

Pejabat Sementara Kapolsek Kenjeran, Kompol Agus Ariyanto membenarkan kejadian tersebut.

"Benar ada warga yang melapor ke kami jika ada penemuan jenazah perempuan dalam kamar kos. Dugaan sementara memang korban pembunuhan," kata Ariyanto.

Berikut kronologi pembunuhan mama muda Surabaya selengkapnya:  

1. Di rumah bersama 2 balitanya

Sore itu, Rika tengah berada di rumahnya bersama dengan dua anaknya yang masih balita. Satu anak berusia 4 tahun.

Sedangkan yang bungsu berusia 2 tahun.

Sementara sang suami, Laksana Widi Putra (35) tengah bekerja. 

Pelaku membunuh Rika dihadapan dua anak balitanya.

Saat itu mereka hanya bisa menangis menyaksikan ibunya dibunuh.

Menurut keterangan anak Rika yang dikutip dari kompas.com, ia melihat seorang pria mengenakan jaket hitam dan memakai helm berwarna hijau.

2. Lampu kamar tak menyala

Menurut keterangan polisi, saat itu sang suami, Laksana pulang ke rumah kos usai bekerja sebagai buruh pabrik di Margomulyo sekitar pukul 17.30 WIB.

Sesampainya di rumah kos, Laksana merasa ada yang janggal lantaran lampu kamar kosnya tak menyala seperti biasanya.

"Suami korban saat datang itu kondisi lampu tidak menyala dan gelap. Kemudian saat masuk ke kamar, pintu kamar itu sudah tidak terkunci. Karena gelap, suami korban menyalakan lampu dan kaget saat melihat jasad istrinya bersimbah darah dengan isi perut terburai," kata PS Kapolsek Kenjeran, Kompol Agus Ariyanto, Sabtu (8/2/2020).

3. Suami histeris minta tolong

Saat ditemukan, Rika tewas terlentang di bawah tempat tidur ditemani dua anak balitanya. 

Salah seorang saksi mata menyebut jika penemuan jasad Rika menjadi gempar ketika suami korban berteriak minta tolong.

" Tolong, siapa yang bunuh istri saya," kata Dadang sambil menirukan nada teriakan suami korban.

Pejabat Sementara Kapolsek Kenjeran, Kompol Agus Ariyanto membenarkan kejadian tersebut.

"Benar ada warga yang melapor ke kami jika ada penemuan jenazah perempuan dalam kamar kos. Dugaan sementara memang korban pembunuhan," kata Ariyanto, Sabtu (8/2/2020).

4. Awalnya dikira bunuh diri

Awalnya, korban dikabarkan merupakan korban percobaan bunuh diri, namun polisi memastikaan ada dugaan korban tewas karena dibunuh setelah memeriksa tiga saksi.

"Dugaan kuatnya dibunuh. Kami sudah perikda tiga saksi sejauh ini. Dua tetangga korban dan suami korban,"tandas Ari.

"Ada beberapa luka tusukan di dada, lali di perut. Hasil autopsi, korban mengalami pendarahan hebat setelah tertusuk pada bagian jantung sebelah kiri tepat disekitar ulu hati" beber PS Kapolsek Kenjeran, Kompol Agus Ariyanto, Sabtu (8/2/2020).

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul KRONOLOGI Ibu Muda Surabaya Dibunuh di Hadapan 2 Balitanya, Ciri-ciri Pembunuh Diungkap Sang Bocah

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved