TRIBUN WIKI: Pantai Kapal Pecah Kanatang, Sumba Timur Suguhkan Keindahan Bakau dan Birunya Laut

TRIBUN WIKI: Pantai Kapal Pecah Kanatang, Sumba Timur Suguhkan Keindahan Bakau dan Birunya Laut

POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Pantai Kapal Pecah, Hambapraing 

TRIBUN WIKI: Pantai Kapal Pecah Kanatang, Sumba Timur Suguhkan Keindahan Bakau dan Birunya Laut

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Pulau Sumba yang terletak di bagian selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Indonesia memang layak dijuluki salah satu pulau terindah dari 33 Pulau yang ada di Dunia oleh majalah Focus Jerman.

Pulau Sumba memiliki alam yang eksotik dan banyak menyimpan tempat-tempat wisata yang indah dan menakjubkan. Salah satu keindahan yang banyak tersimpan adalah keindahan wisata bahari salah satunya adalah pantai Kapal Pecah yang ada di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT.

Dibalik Kisah Drama Korea Selection: The War Between Women, Jin Se Yeon Pertaruhkan Hidupnya

Pantai Kapal Pecah menyuguhkan sebagian batu karang dan pasir pantai yang putih. Lebih menariknya lagi bibir pantai Kapal Pecah ditumbuhi pohon-pohon bakau bonsai dan birunya air laut yang sangat jernih.

Di pantai Kapal Pecah ini juga sangat sejuk karena bisa bersantai dibawa pohon bakau yang rindang. Bisa juga anda berfoto dengan keluarga, sahabat atau orang terdekat anda.

Ini Rincian Lengkap Gaji Sopir Hotman Paris, Ia Juga Bongkar Kebiasaan Sang Bos Dalam Mobil, Apa Ya?

Dari pantai ini juga anda bisa menyaksikan para nelayan tradisional yang sedang menebar jala dan memancing ikan. Anda juga dapat memperoleh ikan basah yang segar untuk bisa panggang sambil menikmati indahnya udara sejuk pantai itu.

Letak pantai ini sangat strategis sebab berada dibahu jalan Pantura Waingapu-Haharu atau tepatnya 20 Km arah utara Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dengan memakan waktu sekitar 15 sampai 20 menit lamanya, tergantung laju kendaraan yang anda tumpangi.

Jalan yang Anda lewati juga boleh dibilang cukup mulus, namun anda perlu hati-hati karena banyak ternak warga yang melintas. Anda juga bisa menyaksikan keindahan rumah-rumah warga asli Sumba dengan corak panggung dan menara menjulang pada bagian tengah atap.

Disana juga tidak ada rumah makan apalagi Cafe atau Restoran sehingga disarankan untuk anda membawa makanan dan minuman kesukaan anda secukupnya. Disana juga belum ada tempat penginapan sehingga anda juga disarankan untuk pulang menginap di Kota Waingapu maupun di rumah warga terdekat. (robertus ropo)Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved