Pemkab Belu Tetap Berupaya Memenuhi Rasio Guru dan Murid

Ada sekolah yang hanya memiliki 1-2 guru PNS, sedangkan guru yang lainnya adalah tenaga kontrak.

POS KUPANG/TENI JENAHAS
Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan memberikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Selasa (4/2/2020). 

Pemkab Belu Tetap Berupaya Memenuhi Rasio Guru dan Murid

POS KUPANG.COM| Pemerintah Kabupaten Belu, dibawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati J.T Ose Luan tetap berupaya memenuhi rasio guru dan murid yang saat ini belum seimbang.

Pemenuhan rasio guru ini dilakukan dengan memperjuangkan formasi CPNS bagi tenaga pendidikan setiap tahun. Kemudian, kekurangan tenaga guru di sekolah dapat diisi oleh tenaga kontrak daerah (teko).

Tahun 2019, lanjut Ose Luan, Pemerintah Kabupaten Belu mendapat quota tenaga pendidik sebanyak 54 formasi. Formasi ini tentu bisa menjawabi kebutuhan tenaga pendidikan di Kabupaten Belu walaupun belum semua.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Belu, J.T Ose luan kepada wartawan di ruang kerjanya saat gelar konferensi pers, Selasa (4/2/2020).

Menurut Ose Luan, pemerintah tetap memperjuangkan formasi CPNS bagi putra-putri Belu untuk kebutuhan tenaga pendidikan dan kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R. Mali mengakui, walaupun setiap kali rekuitmen CPNS, tenaga guru selalu lebih banyak namun belum semuanya terpenuhi sesuai rasio guru dan guru.

Jhony menjelaskan, rasio guru dan murid adalah 1 berbading 32. Artinya, satu rombongan belajar dengan jumlah murid 32 orang, memiliki satu orang guru. Di tingkat satuan pendidikan seperti SD, rasionya satu sekolah harus memiliki enam orang guru PNS.

Fakta di lapangan, sekolah-sekolah di Kabupaten Belu, terutama di wilayah kecamatan dan desa belum memenuhi rasio guru dan murid. Ada sekolah yang hanya memiliki 1-2 guru PNS, sedangkan guru yang lainnya adalah tenaga kontrak.

Menurut Jhony, jumlah guru PNS di Kabupaten Belu sebanyak 1.644 orang. Mereka tersebar di 204 PAUD, 175 SD dan 50 SMP.

Untuk memenuhi kebutuhan guru PNS, setiap tahun dinas mengusulkan kebutuhan guru berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja (Anjab-ABK).

Kepala BKPSDMD Kabupaten Belu, Anton Suri menjelaskan, formasi guru dan kesehatan setiap tahun selalu lebih banyak karena guru dan tenaga kesehatan mengurus pelayanan dasar yang tidak bisa tergantikan.

Gedung Pasar Desa Bera Dolu Mubazir, Ini Tanggapan Kadis Perindag Sumba Barat

5 Info Anyar Terbaru Bursa Transfer Pemain Persib Maung Bandung Jendela Liga 1 2020, PANAS

Terkait dengan harapan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dan juga Sekretaris Dinas Kesehatan agar quota CPNS ditambah, Anton mengatakan, dirinya berjuang keras agar formasi yang diusulkan bisa diakomodir semua. Namun keputusan tetap di tangan pemerintah pusat. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved