News

Warga Tuasene 'Serbu' Mapolres TTS Lapor Penyalagunaan Dana Desa, Ini Janji Kapolres Ariasandy

Warga Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan mendatangi Mapolres Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (4/2). Mereka mengadukan penyelewengan dana desa

Warga Tuasene 'Serbu' Mapolres TTS Lapor Penyalagunaan Dana Desa, Ini Janji Kapolres Ariasandy
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Suasana pertemuan antara warga Tuasene dan Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK di aula Mapolres TTS, Selasa (4/2/2020) pagi. 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Warga Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan mendatangi Mapolres Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (4/2). Mereka mengadukan dugaan penyelewengan dana desa tahun 2016-2019.

Didampingi Pospera Kabupaten TTS, belasan warga Tuasene diterima Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK. Pertemuan berlangsung di Aula Mapolres TTS.

Mengawali pertemuan, Kapolres Ariasandy memberikan kesempatan kepada warga dan Pospera untuk menyampaikan maksud dan tujuanya.

Warga mengadukan dugaan penyelewengan dana desa mulai dari dugaan pemalsuan tanda tangan pembayaran HOK, perbedaan nilai kuitansi dalan SPJ dengan nilai yang dibayarkan kepada warga, pembangunan rumah bantuan yang tak kunjung tuntas dan program pembangunan gedung Paud yang dianggarkan dua tahun beruntun padahal gedung PAUD sudah dikerjakan.

Simon Aplugi mengatakan, dirinya diminta mengerjakan 3 prasasti senilai Rp 200 ribu per prasasti.

Namun, dalam dokumen SPJ, pada kuitansi tertera Rp 850 ribu per prasasti. Selain itu, tanda tangannya dalam kuitansi SPJ bukan tanda tangan basa, melainkan hanya di scan.

"Saya tanda tangan kuitansi pembayaran itu tanda tangan baca dengan nilai Rp 200 ribu per prasasti. Tiba-tiba dalam SPJ tanda tangan saya hanya di scan lalu nilai dalam kuitansi menjadi Rp 850 ribu per kuitansi. Saya tanya ketua TPK, dia bilang itu kepala desa yang urus," ungkap Simon

Yerem Fallo mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan kinerja kecamatan Mollo Selatan, BPMD dan inspektorat yang selama ini menutup mata terhadap dugaan penyelewengan dana desa di Desa Tuasene.

Padahal berdasarkan hasil temuan Pospera, ada banyak bukti yang mengarah kepada tindakan korupsi.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved