SDI 2 Waikomo Sebelas Tahun Tak Dapat Bantuan Pemerintah
Hari Selasa (4/2/2020), Ketua DPRD Lembata Petrus Gero memantau ruang kelas SDI 2 Waikomo
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Hari Selasa (4/2/2020), Ketua DPRD Lembata Petrus Gero bersama Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olaraga Kabupaten Lembata Silvester Samun memantau ruang kelas SDI 2 Waikomo yang tidak layak pakai.
Pada kesempatan itu, Kepala SDI 2 Waikomo Yasinta Kai Dau menunjukkan berbagai fasilitas sekolah yang sudah tak layak termasuk bagian-bagian tembok, jendela, atap dan tiang-tiang penyangga yang mulai rapuh dan lapuk. Beberapa fasilitas, lanjut dia, bahkan diperbaiki atas inisiatif orangtua dan wali murid.
• KONI NTT Usul Rp 38 Miliar untuk PON Papua
Di hadapan Petrus dan Silvester, Yasinta juga menunjukkan tembok-tembok sekolah yang rusak. Menurut dia sekolah tersebut terakhir mendapat bantuan pemerintah dari anggaran DAK Tahun 2009 atau 11 tahun lalu. Sementara sekolah itu sudah berdiri sejak 1981.
Ketua DPRD Lembata Petrus Gero menuturkan bangunan di sekolah tersebut telah berdiri selama puluhan tahun. Bangunan ruang kelas yang hanya berdinding seng, lantai tanah dan kayu telah lapuk. Kondisi itu sangat rawan dan bisa mencelakakan siswa apabila tetap difungsikan seperti biasa saat proses belajar mengajar.
• Ketua DPRD Lembata Petrus Gero Prihatin Guru Siksa Murid Minum Air Kotor
"Saya dan Kadis PKO memang sedang melakukan pemantauan ruang kelas ini, secepatnya saya akan menyampaikan persoalan ini ke Bupati," terangnya.
Dia merinci, Sekolah Dasar Inpres 2 Waikomo membutuhkan 3 ruangan sekolah berupa satu ruang kelas, ruang kepala sekolah dan ruang guru.
"Kerusakan bangunan yang ada di sekolah tersebut, selain dinding retak, atap-atap di sekolah tersebut juga sudah bocor dan lapuk," ungkapnya.
Petrus Gero menjelaskan persolaan ruang kelas tidak layak pakai di SDI 2 Waikomo menjadi persoalan bersama.
Menurut dia, persoalan pendidikan menjadi prioritas pertama di kabupaten Lembata karena dalam rangka ikut mencerdaskan anak bangsa khususnya di Lembata.
"Karena prioritas sehingga secepatnya kita mencari jalan keluar agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di SDI 2 Waikomo," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)