Guru Siksa Murid di Lembata
BREAKING NEWS: Oknum Guru di Lembata Dipolisikan Diduga Siksa Puluhan Murid Minum Air Kotor
Oknum Guru di Lembata dipolisikan diduga siksa puluhan murid minum air kotor dalam viber
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Maria melaporkan persoalan ini kepada Ketua Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan Desa Leuwayan, Demetri Perada Kia Beni dan selanjutnya dilaporkan ke pihak Polsek Omesuri.
Menurut Demeteri Perada Kia Beni, KPAP Desa Leuwayan sudah menerima pengaduan orangtua siswa dan pihak polres Omesuri sudah mengirim dua anggotanya untuk turun melihat lokasi kejadian.
Namun sayangnya, saat pihak KPAD dan utusan anggota polres tiba di sekolah tersebut, pihak sekolah dan oknum guru yang diduga sebagai pelaku tidak kooperatif dan terkesan menganggap hal ini adalah persoalan sepele.
Sementara oknum guru yang diduga melakukan penyiksaan adalah YTY, guru kontrak pengampuh mata pelajaran Bahasa Inggris di SMPK Sint. Piter Lolondolor.
Laporan tindakan dugaan penyiksaan siswa ini diterima oleh Brigpol Rikhardus Seran Nahak dengan laporan polisi SPTL/03/I/2020/Posek Omesuri Tentang Tindakan Pidana Berupa Kekerasan Terhadap Anak di Bawah Umur.
Sementara itu, hingga Selasa (4/2) pagi, Kepala sekolah SMPK Sint Petrus Lolondolor, Vinsensius Beda Amuntoda masih belum bisa dihubungi POS-KUPANG.COM. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)