Wabup Kupang Prihatin Oknum Guru PNS Tega Mencabuli Anak Muridnya

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe prihatin Oknum guru PNS tega mencabuli muridnya

POS KUPANG/GECIO VIANA
Wabub Kupang, Jerry Manafe saat diwawancarai usai pemberian bantuan kepada korban bencana di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin (25/11/2019) malam 

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe prihatin Oknum guru PNS tega mencabuli muridnya

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, S.H, M.Th menyatakan keprihatinannya dimana Oknum guru PNS tega mencabuli muridnya sendiri.

Perbuatan ini tentu tidak perlu ditolerir, apabila dalam proses hukum terbukti oknum guru bersangkutan diduga berbuat cabul pada anak dibawa umur. Bila perlu oknum guru ini diberhentikan dari status PNS.

Keputusan Pemekaran Tiga Desa di Kabupaten Kupang Menunggu Momentum yang Pas

Wabup Jerry Manafe kepada POS- KUPANG.COM, Senin (3/2/2020) menyayangkan peristiwa memilukan yang dialami murid SD di Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang berinisial, DL (14).

Apalagi pelaku, katanya, merupakan guru PNS yang seharusnya memberi teladan yang baik bagi murid-murid yang dididiknya. Saat ini, kasus masih dalam penanganan aparat kepolisian dan apabila dugaan percabulan itu terbukti maka tidak perlu ditolerir.

Kantor dan Ruang Guru SDK Rende di Manggarai Timur Dilalap Jago Merah

"Menurut saya, perbuatan oknum guru PNS yang diduga mencabuli muridnya itu tidak perlu ditolerir. Dia sebagai pendidik tidak memberikan contoh yang baik. Ini yang sangat disayangkan," katanya.

Ditambahkannya, apabila dalam proses hukum ternyata terbukti oknum guru ini melakukan percabulan anak di bawa umur, maka dihukum sesuai aturan yang berlaku. Bila perlu status guru PNS yang bersangkutan dicabut.

Diberitakan sebelumnya, oknum guru PNS yang diduga melakukan persetubuhan anak dibawa umur yakni Hesron Pinat, warga RT 13 RW 07, Desa Kauniki, Kecamatan Takari. Adapun korban dibawa umur yang juga muridnya itu berinisial, DL (14), warga RT 14 RW 06 Desa Kauniki. Atas perbuatan oknum guru tersebut, korban kini hamil memasuki bulan ke-enam.

Kapolsek Takari, IPTU Paulus Malelak, S.H, MH, menyampaikan hal ini dalam jumpa pers di Polsek Takari, Jumat (31/1). Turut mendampingi Kanit Reskrim, Bripka Alfridus Neni, Kanit Bimas, Bripka Abrara, Babinkamtibmas, Bripka Yesari Bunda. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved