Pilkada Serentak
Ketua Golkar NTT Perkenalkan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Pria yang akrab disapa Melki Laka Lena itu memperkenalkan satu per satu bakal calon bupati dan wakil bupati.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Alfons Nedabang
Sebelumnya, Partai Golkar menggandeng 10 lembaga survei menjelang Pilkada Serentak 2020. Adapun lembaga survei yang menjadi rekanan Golkar yakni Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (Pusdeham) Surabaya yang dipimpin Muhammad Asfar, Indikator Politik yang dipimpin Burhanuddi Muhtadi.
Ada juga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipimpin Sirojudin Abbas, Charta Politika yang dipimpin Yunarto Wijaya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Djayadi Hanan, Indo Barometer yang dipimpin M. Qodari.
• Ini Pesan Terakhir Kobe Bryant Disampaikan Tracy McGrady Tentang Mati Muda dan Jadi Abadi
Kemudian, Polmark Indonesia yang dipimpin Eep Saefulloh Fatah, Lembaga Survei Sinergi Data Indonesia (SDI) yang dipimpin Barkah Pattimahu, Poltracking Indonesia yang dipimpin Hanta Yuda, serta LSI yang dipimpin Denny JA.
Golkar sengaja menggandeng lembaga survei yang telah diketahui rekam jejaknya untuk memberi rekomendasi calon pemimpin yang laik ikut Pilkada 2020.
Pasalnya, Partai Golkar memprioritaskan kadernya untuk maju dalam Pilkada 2020. Untuk itu, Partai Golkar bakal memperhatikan popularitas, elektabilitas, kemampuan logistik.
• Pemuda Ini Ngamuk Bakar Motor Milik Ayahnya, Lalu Digantung di Tiang Listrik, Ini Pemicunya
Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pemungutan suara Pilkada 2020 jatuh pada tanggal 23 September mendatang.
Perang Strategi
Pengamat Politik Dr Ahmad Atang mengatakan, Partai Golkar sebagai salah satu partai papan atas di NTT tentu akan memaksimalkan momentum Pilkada 2020 untuk meraih kemenangan sebagai modal politik masa depan.
Karena itu, jika melihat peluang Partai Golkar dalam hal ini memiliki banyak kader yang berkualitas dan populis untuk didorong menjadi kompetitor pada Pilkada mendatang. Beberapa daerah telah mencuat nama-nama atau figur, baik itu pendatang baru atau petahana yang akan diusung oleh Partai Golkar.
• Siapa Sangka? Ternyata Pimpinan Tertinggi Sunda Empire Seorang Perempuan, Seperti Ini Penampilannya
Dalam menentukan pasangan calon, Golkar tentu miliki mekanisme untuk menjaring dan menyaring kandidat. Golkar memiliki strategi tersendiri dalam memenangkan Pilkada, dengan melihat pengalaman pilkada-pilkada sebelumnya.
Sepanjang yang saya tahu, selain figur yang didorong tersebut muncul melalui mekanisme internal yang secara hirarki. Golkar menggunakan survei sebagai sarana untuk menentukan pilihan pasangan calon. Pada titik ini, Golkar cenderung tidak terpaku pada kader murni dari dalam namun figur luar yang memiliki modal sosial yang diukur dengan hasil survei.
• Polisi Berzina Selingkuhi Istri Orang yang Sedang Hamil 7 Bulan, Kepergok Suami Lagi Asyik di Kamar
Dalam menghadapi Pilkada serentak pada sembilan kabupaten, setiap partai politik telah memasang target agar pasangan yang diusung dapat memenangkan pertarungan. Oleh karena itu, akan terjadi perang strategi baik oleh partai pengusung maupun pasangan calon. Dengan pola ini, Partai Golkar memiliki peluang untuk menghitung keuntungan politik Pilkada.
Menurut Atang, tantangan yang dihadapi Golkar juga tidak ringan, karena survei terkadang tidak inheren dengan hasil Pilkada. Di pihak lain, Golkar akan menghadapi renggangnya soliditas internal jika figur yang diusung bukan kader sendiri. (ser/yel/kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tkd-targetkan-puluhan-ribu-orang-hadiri-kampanye-jokowi-di-kupang.jpg)