Rabu, 22 April 2026

Pilkada Serentak

Ketua Golkar NTT Perkenalkan Calon Bupati dan Wakil Bupati

Pria yang akrab disapa Melki Laka Lena itu memperkenalkan satu per satu bakal calon bupati dan wakil bupati.

Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Alfons Nedabang
DOC.POS-KUPANG.COM
Melki Laka Lena 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Bakal calon bupati dan wakil bupati sembilan kabupaten mengikuti Pertemuan Eksekutif - Legislatif Fraksi Partai Golkar se-NTT di Aula d' AJ Hall Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (25/1/2020). Kehadiran mereka membuka peluang diusung Partai Golkar.

Mereka yang hadiri di antaranya, dr Stefanus Stef Bria Seran (Malaka), dr Taolin Agustinus (Belu), Umbu Lili Pekuwali (Sumba Timur), Daniel Bili (Sumba Barat) dan Takem I Radja Pono (Sabu Raijua).

Dari Timor Tengah Utara (TTU) hadir tiga bakal calon bupati, yaitu Gabriel Manek, Junandi David dan Kristoforus Efi.

NasDem NTT: Niga Dapawole Ingin Ubah Keputusan DPW Ganti Calon Wakil Bupati

Sedangkan dari Manggarai Barat hadir pasangan calon, Mateus Hamsi-Tobias Wanus. Dari Kabupaten Ngada, pasangan calon Andreas Paru-Raymundus Bena
Dua pasangan calon dari Manggarai turut hadir, yaitu Herybertus Geradus Laju Nabit-Heribertus Ngabut dan Agustinus Ganggut-Marianus Tapung.

Jika dilihat dari latar belakang calon, ada dua calon icumbent, yaitu Stefanus Bria Seran (Bupati Malaka) dan Umbu Lili Pekuwali (Wakil Bupati Sumba Timur). Umbu Lili juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar.

Ketua DPP II Partai Golkar yang juga sebagai bakal calon bupati, yaitu Daniel Bili, Gabriel Manek, Mateus Hamsi dan Andreas Paru.

Demokrat NTT Berminat Calon Incumbent

Rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua DPD I Golkar NTT, Emanual Melkiades Laka Lena. Kegiatan itu dirangkaikan dengan acara Natal dan Tahun Baru tingkat nasional Partai Golkar, Minggu malam (26/1/2020).

Pria yang akrab disapa Melki Laka Lena itu memperkenalkan satu per satu bakal calon bupati dan wakil bupati.

Ia mengisyaratkan Partai Golkar mendukung Herybertus Geradus Laju Nabit-Heribertus Ngabut di Pilkada Manggarai.

"Duo Heri juga saat ini hadir. Untuk Manggarai karena Ibu Osi (Ketua DPD II Golkar Manggarai, Red) tidak maju. Kita dorong tidak mau. Makanya (Duo Heri) berpeluang," katanya.

Pemkot Kupang Tata Tiga Kawasan Jadi Icon Baru, Butuh Anggaran Rp 104 Miliar, Begini Tanggapan PKL

Melki Laka Lena mengatakan, akan hadir media internal Golkar yang ditangani mantan wartawan Kompas yang kini menjabat Wakil Ketua DPD I Golkar NTT Bidang Media dan Pengendalian Opini, Frans Sarong.

"Mulai Bulan Februari ini tidak ada kecuali, saya akan cek satu per satu. Mau dia Ketua DPRD, pimpinan fraksi, komisi harus ada berita ke publik seminggu sekali. Pak Frans Sarong yang bangun tim media ini. Akan membantu Fraksi Golkar termasuk bakal calon di Pilkada," kata Melki Laka Lena.

Anggota DPR RI ini mengharapkan setiap kader berpartisipasi aktif dalam media tersebut. "Intinya setiap anggota berkomentar, entah karyanya yang layak diberitakan. Mulai Februari ini, saya cek nanti. Minimal satu berita satu orang. Entah omongannya, entah kunjungannya. Setiap bulan harus ada empat berita dari setiap orang, bisa diviralkan," ujarnya.

8 Icon Baru Kota Kupang dan Filosofinya

Wakil Ketua DPD I Golkar NTT Bidang Media dan Pengendalian Opini, Frans Sarong mengomentari mengenai kehadiran bakal calon bupati dan wakil bupati mengikuti rapat koordinasi Partai Golkar.

"Apakah didukung atau tidak oleh Partai Golkar, semuanya akan ditentukan oleh hasil survei," kata Frans Sarong saat ditemui di Hotel Centro Bajo Labuan Bajo, Minggu (26/1/2020).

Tim Pilkada Golkar untuk wilayah Flores ini menjelaskan, rapat koordinasi terdiri dari dua sesi. Pertama konsolidasi yang melibatkan Fraksi Golkar dan pengurus bersama eksekutif dalam hal ini bupati atau wakil bupati dari Golkar.

Jadi Tersangka karena Lakukan KDRT ke Dipo Latief, Peringatan Mbah Mijan ke Nikita Mirzani Disorot

Kedua, ditambah dengan kehadiran para bakal calon bupati dan wakil bupati dari sembilan daerah Pilkada. "Hasil rakor yaitu semuanya ditentukan oleh survei, sekaligus untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan," tandasnya.

Frans Sarong menyebut ada lima calon bupati hadir bersama pasangan calon wakil bupati. Kelimanya yaitu Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat, Ngada dan Manggarai Barat.

Bakal Calon Bupati TTU Kristoforus Efi mengatakan, akan mengikuti semua mekanisme Partai Golkar, termasuk survei. Dia yakin akan mendapatkan hasil survei yang signifikan.

Komjen Pol Firli Bahuri Lima Kali Gagal Jadi Polisi (3/Selesai)

"Setiap bakal calon punya peluang yang sama, tergantung survei. Saya sangat yakin saat survei pastilah nama saya juga akan disebut oleh masyarakat, walaupun kita belum tahu presentasinya," kata Kristoforus saat ditemui di Labuan Bajo, Minggu (26/1/2020).

Menurutnya, timnya sudah bekerja menawarkan konsep dan gagasan demi perubahan pembangunan yang lebih baik di TTU.

"Selama ini sudah jalan, sudah berkeliling. Bahan atau alat peraga kampanye juga sudah didistribusi dan kami tetap di lapangan bersama-sama masyarakat sehingga ketika survei, kami pasti disebut," ujarnya.

Ramalan Zodiak Rabu 29 Januari 2020, Sagitarius Beruntung, Cancer Dipuji, Taurus Ceria, Zodiak Kamu?

Selain Golkar, Kristoforus membangun komunikasi dengan beberapa partai politik, yaitu Demokrat, PKB, Gerindra dan Hanura.

Jangan Salah Pilih Figur

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengingatkan partainya berhati-hati dalam mengusung calon kepala daerah untuk Pilkada 2020. Menurutnya, figur calon kepala daerah sangat menentukan perolehan suara.

"Jadi yang paling menentukan dalam pilkada ini, pertama adalah tokohnya," ujar Bambang di Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2020).

Transfer Pemain Persib Bandung Disorot, Geoffrey Castillion Gabung Maung Bobotoh Puas ? PANAS

"(Kalau) partai salah pilih figur, maka sulit buat memenangkan pertarungan. Menurut saya, Golkar harus hati-hati dalam menentukan siapa yang dicalonkan," tandas Bambang.

Faktor kedua, lanjut Bambang, Partai Golkar tidak bisa lepas dari kerja sama dengan partai lain. Kerja sama itu menyangkut terpenuhinya syarat pencalonan kepala daerah.

"Harus ada kerja sama dengan partai-partai lain dalam satu koalisi yang mendukung calon (kepala daerah) itu," tutur Bambang.

Pemain dan Pelatih Persib Bandung Bersepeda Keliling Lembang Sejauh 15 Km, Siapa Finis Duluan?

Partai Golkar, kata Bambang, sudah memiliki target untuk Pilkada 2020 yang sudah dirumuskan dalam musyawarah nasional beberapa waktu lalu. "Sehingga kita lihat nanti di lapangan. Kalau itu (berapa persen kemenangan) silakan tanya ke DPP Golkar," katanya.

Sebelumnya, Partai Golkar menggandeng 10 lembaga survei menjelang Pilkada Serentak 2020. Adapun lembaga survei yang menjadi rekanan Golkar yakni Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (Pusdeham) Surabaya yang dipimpin Muhammad Asfar, Indikator Politik yang dipimpin Burhanuddi Muhtadi.

Ada juga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipimpin Sirojudin Abbas, Charta Politika yang dipimpin Yunarto Wijaya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Djayadi Hanan, Indo Barometer yang dipimpin M. Qodari.

Ini Pesan Terakhir Kobe Bryant Disampaikan Tracy McGrady Tentang Mati Muda dan Jadi Abadi

Kemudian, Polmark Indonesia yang dipimpin Eep Saefulloh Fatah, Lembaga Survei Sinergi Data Indonesia (SDI) yang dipimpin Barkah Pattimahu, Poltracking Indonesia yang dipimpin Hanta Yuda, serta LSI yang dipimpin Denny JA.

Golkar sengaja menggandeng lembaga survei yang telah diketahui rekam jejaknya untuk memberi rekomendasi calon pemimpin yang laik ikut Pilkada 2020.
Pasalnya, Partai Golkar memprioritaskan kadernya untuk maju dalam Pilkada 2020. Untuk itu, Partai Golkar bakal memperhatikan popularitas, elektabilitas, kemampuan logistik.

Pemuda Ini Ngamuk Bakar Motor Milik Ayahnya, Lalu Digantung di Tiang Listrik, Ini Pemicunya

Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pemungutan suara Pilkada 2020 jatuh pada tanggal 23 September mendatang.

Perang Strategi

Pengamat Politik Dr Ahmad Atang mengatakan, Partai Golkar sebagai salah satu partai papan atas di NTT tentu akan memaksimalkan momentum Pilkada 2020 untuk meraih kemenangan sebagai modal politik masa depan.

Karena itu, jika melihat peluang Partai Golkar dalam hal ini memiliki banyak kader yang berkualitas dan populis untuk didorong menjadi kompetitor pada Pilkada mendatang. Beberapa daerah telah mencuat nama-nama atau figur, baik itu pendatang baru atau petahana yang akan diusung oleh Partai Golkar.

Siapa Sangka? Ternyata Pimpinan Tertinggi Sunda Empire Seorang Perempuan, Seperti Ini Penampilannya

Dalam menentukan pasangan calon, Golkar tentu miliki mekanisme untuk menjaring dan menyaring kandidat. Golkar memiliki strategi tersendiri dalam memenangkan Pilkada, dengan melihat pengalaman pilkada-pilkada sebelumnya.

Sepanjang yang saya tahu, selain figur yang didorong tersebut muncul melalui mekanisme internal yang secara hirarki. Golkar menggunakan survei sebagai sarana untuk menentukan pilihan pasangan calon. Pada titik ini, Golkar cenderung tidak terpaku pada kader murni dari dalam namun figur luar yang memiliki modal sosial yang diukur dengan hasil survei.

Polisi Berzina Selingkuhi Istri Orang yang Sedang Hamil 7 Bulan, Kepergok Suami Lagi Asyik di Kamar

Dalam menghadapi Pilkada serentak pada sembilan kabupaten, setiap partai politik telah memasang target agar pasangan yang diusung dapat memenangkan pertarungan. Oleh karena itu, akan terjadi perang strategi baik oleh partai pengusung maupun pasangan calon. Dengan pola ini, Partai Golkar memiliki peluang untuk menghitung keuntungan politik Pilkada.

Menurut Atang, tantangan yang dihadapi Golkar juga tidak ringan, karena survei terkadang tidak inheren dengan hasil Pilkada. Di pihak lain, Golkar akan menghadapi renggangnya soliditas internal jika figur yang diusung bukan kader sendiri. (ser/yel/kompas.com)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved