Siswa di Kurubhoko Ikut Kegiatan Ekoliterasi, Berikut Liputannya!

Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kepedulian seorang siswa terhadap lingkungan.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ISTIMEWA
Suasana saat sejumlah siswa menanam pakan ternak jenis Taramba contoh di Resort Peternakan Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada, Jumat (24/1/2020). 

Siswa di Kurubhoko Ikut Kegiatan Ekoliterasi, Berikut Liputannya!

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Upaya untuk memperkenalkan ekoliterasi kepada siswa sekolah harus digalakan.

Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kepedulian seorang siswa terhadap lingkungan.

Seperti yang dilakukan di Kurubhoko, sedikitnya 120 siswa sekolah di Kurubhoko Kecamatan Wolomeze mengikuti kegiatan ekoliterasi dengan menanam pakan ternak di lahan contoh Resort Peternakan Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada.

Para siswa itu datang dari SDI Kurubhoko didampingi gurunya Damian Ly, siswa SDK Tanawolo didampingi Kepala Sekolah Yakobus Lingge dan guru lainnya Petronela Meo dan Ibu Lusia, siswa SMP Satap Kurubhoko didampingi guru Adrian Kota.

Setelah mendapat arahan dan petunjuk teknis, para siswa membawa masing-masing satu koker anakan taramba - sejenis lamtoro untuk pakan ternak.

Semua siswa menuju patok-patok yang sudah disiapkan disertai lubang tanam dan serentak melepaskan polibek dan mulai memasukan anakan taramba.

Para siswa tampak antusias dalam aksi menanam pakan. Itu terlihat setelah selesai menanam di patok yang satu mereka langsung bergegas ke patok selanjutnya yang sudah disertai anakan taramba siap tanam.

Hanya dalam waktu tak sampai 30 menit sebanyak 440 anakan taramba berhasil ditanam semua di atas lahan sekitar 30 are.

Ketua Yayasan Puge Figo (YPG) Emanuel Djomba, mengatakan, kegiatan ekoliterasi tersebut dilaksanakan, Jumat (24/1/2020) dan pihaknya melibatkan siswa sekolah bersinergis dalam kegiatan ini karena selama ini sudah secara rutin mengambil bagian dalam program ekoliterasi bahkan dua SD di Kurubhoko ini sudah dijadikan sekolah contoh berbasis ekologi bekerja sama dengan Yayasan Puge Figo (YPF) – yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup.

Kegiatan ini, kata Emanuel sebagai langkah takhtis untuk menumbuhkan kesadaran ekologi kepada siswa, bahwa manusia tak dapat hidup tanpa lingkungan.

"Nilai cinta lingkungan yang mau kita tanamkan kepada generasi muda di tengah krisis ekologi yang semakin serius dan mengancam kehidupan generasi mendatang," jelas Emanuel, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (26/1/2020).

Ditambahkan Emanuel yang juga pegiat literasi dari Rumah Literasi Cermat (RLC) Ngada ini, penanaman pakan ternak juga memiliki manfaat ekologi, untuk kesuburan tanah dan mudah menyerap air dan manfaat lainnya.

Dengan tersedia pakan dimana lahan terbuka kian terbatas, setidaknya membuka mata generasi muda akan masalah ternak yang mengganggu lingkungan juga lingkungan sosial.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved