Salam Pos Kupang

Selamat Merayakan Imlek 2571

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul Selamat Merayakan Imlek 2571

Selamat Merayakan Imlek 2571
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Salam Pos Kupang berjudul Selamat Merayakan Imlek 2571

POS-KUPANG.COM - PADA tanggal 25 Januari 2020, masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru China atau Imlek 2571 Kongzili. Di Indonesia termasuk di Kupang suasana Imlek sudah terlihat di tempat-tempat umum melalui pemasangan lampion atau gambar-gambar yang berciri Imlek. Toko-toko dan mal ramai mengadakan diskon untuk barang-barang jualannya.

Hal itu sah-sah saja sebab di Indonesia tidak ada lagi larangan untuk merayakan Imlek sebagaimana terjadi pada masa Orde Baru. Sejak Reformasi perayaan Imlek sudah dirayakan secara terbuka. Bahkan pemerintah telah menetapkan hari Imlek sebagai hari libur nasional.

Tegur Pengendara Ugal-ugalan, Tukang Ojek di Kupang Dianiaya dan Ditikam Gunakan Pisau

Tahun Baru Imlek tidak bedanya orang merayakan tahun baru Masehi. Selain adanya ucapan-ucapan selamat, Imlek juga menjadi momen silaturahmi dan berbagi di antara warga, terutama warga Tionghoa yang merayakannya.

Melihat asal-usulnya dari China, Imlek ternyata merupakan perayaan para petani untuk menyambut permulaan musim semi setiap tahun. Pada hari raya Imlek, masyarakat menyampaikan syukur atas rezeki pada tahun yang baru lewat dan berdoa memohon rezeki berlimpah pada tahun baru.

Kemenaker Akan Bangun BLK di Waigete

Mereka pun berkunjung ke makam para leluhur dengan membawa persembahan berupa makanan dan minuman. Mereka juga sembahyang di tempat ibadah, berdoa kepada dewa-dewi, serta menjamu sejumlah kerabat dan tetangga.

Karena itulah, sampai saat ini Hari Raya Imlek identik dengan pertemuan semua anggota keluarga.

Seperti halnya perayaan dari agama dan budaya lain, Imlek dimanfaatkan untuk silaturahmi dan saling berbagi. Perayaan Imlek pun diharapkan mampu memperkuat tali kasih keluarga untuk memulai lembaran kehidupan di tahun baru.

Di Indonesia hari raya Imlek juga identik dengan hujan. Kalau hujan mulai turun secara beruntun orang menjadi sadar akan hari raya Imlek.

Apakah pada perayaan Imlek tahun ini akan terjadi hujan lebat. Ya, pada umumnya diramalkan akan terjadi hujan, tetapi di daerah-daerah tertentu mungkin tidak hujan.
Di NTT saja ada daerah yang hingga saat ini hujannya masih minim.

Padahal masyarakat NTT sudah sangat mengharapkan hujan agar debit mata air pulih kembali.

Akibat minimnya curah hujan di NTT dan di Kupang khususnya debit air yang merosot tajam pada musim kemarau hingga kini belum ada tanda-tanda untuk pulih. Masyarakat pelanggan PDAM masih kesulitan mendapat jatah air dari saluran pipa ke rumahnya, bahkan dapat air kotor dan berlumpur.

Warga terpaksa membeli air dari mobil tangki. Lebih dari itu para petani di daerah tertentu juga sedang dilanda kecemasan gara-gara minimnya curah hujan ini.

Dengan kebiasaan Imlek di Indonesia, kiranya tahun baru Imlek 2571 membawa kesuburan dan kesejukan bagi masyarakat Indonesia. Semoga perayaan Imlek tahun ini juga membawa iklim toleransi kehidupan beragama di Indonesia. Dijauhkan dari tindakan-tindakan ekstrem yang melanggar hak-hak warga berdasarkan SARA. Akhirnya, selamat merayakan Imlek 2571. Gong Xi Fa Cai. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved