Pilkada Sumba Timur

Pilkada Sumba Timur, Panwascam Pahunga Lodu Edarkan Surat Imbauan Netralitas ASN

Jelang Pilkada Sumba Timur, Panwascam Pahunga Lodu edarkan surat imbauan netralitas ASN

Pilkada Sumba Timur, Panwascam Pahunga Lodu Edarkan Surat Imbauan Netralitas ASN
ISTIMEWA
Komisioner Bawaslu Sumba Timur, Deni Harakai (kedua kanan) foto bersama Panwascam Pahunga Lodu 

Jelang Pilkada Sumba Timur, Panwascam Pahunga Lodu edarkan surat imbauan netralitas ASN

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Menghadapi Pilkada Sumba Timur Tahun 2020 ini, pihak Panwascam Pahunga Lodu mengedarkan surat yang berisi imbauan kepada Instansi-Instansi terkait di kecamatan Pahunga Lodu.

Surat berisi imbauan tersebut dalam rangka mengawasi netralitas ASN, TNI, Polri, Kepala Desa dan Perangkat Desa menjelang konstetasi Pilkada 2020 pada September mendatang.

Cerita Mukhlis Sopir Pikap yang Berhasil Selamat Saat Mobil Terjun ke Jurang Sedalam 10 Meter

Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwascam Pahunga Lodu, Jems Umbu Yiwa Ndapangadung, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (24/1/2020) mengatakan, surat Cinta yang diedarkan berisi himbauan itu, merupakan upaya pencegahan terkait netralitas ASN, TNI, Polri, Kepala Desa dan seluruh Perangkat Desa yang ada di Pahunga Lodu.

Jems mengatakan, pihaknya sudah mulai mengedarkan surat ini sejak, Rabu (22/1/2020) lalu dan sampai hari ini masih terus diedarkan hingga, Sabtu (25/1/2020). "sampai besok kami pastikan surat itu sudah terdistribusi dengan baik di Instansi pendidikan, pemerintah dan di Desa-Desa di Kecamatan ini,"ujar Jems.

Restoran Hotel di Kota Kupang Tawarkan Makan Sepuasnya Rayakan Imlek Tahun Ini

Sementara itu menurut Komisioner Bawaslu Sumba Timur, Deni Harakai di sela-sela kunjungannya ke Sekretariat Panwascam Pahunga Lodu dalam rilis yang dikirim oleh Jems kepada POS-KUPANG.COM mengatakan, alasan ASN harus Netral karena terikat kode etik.

"Kenapa ASN harus netral?, yang membedakan ASN dengan rakyat sipil, karena ASN ini terikat kode etik. Netral dalam artian tidak menunjukkan keberpihakan pada salah satu Balon atau Paslon tertentu,"jelas Deni.

Ditanya soal kondisi saat ini belum ada penetapan Pasangan Calon, menurut Deni, fokus perhatian pihaknya, bukan pada Paslonnya.

"Masalahnya sekarang begini, ah ini kan belum penetapan, kita masih bisa bermain-main, tidak seperti itu, harusnya PNS itu netral dan tidak terlibat dalam konflik kepentingan. Bagaimana pribadi seorang ASN di mata masyarakat, kalau ASN tidak netral maka tatananganya masyarakat akan kacau balau," kata Deni. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved