Partisipasi Pemilih di Belu Terus Meningkat. Lihat Prosentasenya
Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Belu terus meningkat mulai dari pilpres tahun 2014 hingga pemilu 2019.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS KUPANG.COM|ATAMBUA---Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Belu terus meningkat mulai dari pilpres tahun 2014 hingga pemilu 2019.
Data dari pemerintah menunjukkan, tingkat partisipasi pemilih pada pilpres tahun 2014 mencapai 62,61%, Pemilukada tahun 2015 naik menjadi 63,55%, Pilgub tahun 2018 naik menjadi 65,55%, dan Pemilu serentak 2019 naik lagi 71,90%. Dari data ini menunjukan bahwa partisipasi pemilih di Kabupaten Belu terus meningkat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan dalam sambutannya saat membuka acara
Rapat Kerja Koordinasi Persiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Kabupaten Belu di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, Rabu (22/1/2020).
Wabup Ose Luan mengatakan, sesuai amanat UU nomor 10 tahun 2016 pasal 133 A mengharuskan agar Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam mengembangkan kehidupan demokrasi di daerah khususnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih.
Amanat undang-undang tersebut telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah selama ini termasuk kegiatan yang diselenggarakan saat itu yakni Raker Persiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Kabupaten Belu.
Terkait dengan tanggung jawab pemerintah daerah untuk meningkat partisipasi pemilih, Ose Luan mengatakan, dari data yang ada, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Belu terus meningkat.
Partisipasi pemilih pada pilpres tahun 2014 mencapai 62,61%, Pemilukada tahun 2015 naik menjadi 63,55%, Pilgub tahun 2018 naik menjadi 65,55%, dan Pemilu serentak 2019 naik lagi 71,90%.
Data ini menggambarkan, pemerintah daerah bersama penyelenggara pemilu dan seluruh elemen masyarakat terus bekerja meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Belu. Harapannya pada pilkada Belu 2020, tingkat partisipasi pemilih meningkat lagi dari angka 71,90 persen.
"Saya mengharapkan unsur pemerintah dan seluruh stakeholder terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya menggunakan hak suara dalam pilkada langsung 2020 guna meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Belu", pinta Ose Luan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Johana E. Lisapaly menyampaikan, kegiatan raker yang di selenggarakan Badan Kesbangpol Provinsi NTT ini untuk memastikan kesiapan pihak penyelenggara Pilkada tahun 2020 di masing-masing daerah di wilayah NTT.
Fokus perhatiannya adalah kesiapan Penyelenggara Pilkada yaitu KPU dan Bawaslu serta dukungan dari Pemkab dan stakeholder terkait lainnya.
Dari raker tersebut akan dilanjutkan dengan raker-raker teknis lainnya untuk menjawabi permasalah atau kendala yang ada serta dicarikan solusi yang tepat untuk menyukseskan Pilkada 2020.
Raker dihadiri Kapolres Belu, AKBP Cliffry Steiny Lapian, Dandim 1605/Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu, Maria G. Kiik, Ketua KPUD Kabupaten Belu, Mikhael Nahak, Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Parera, Kaban Kesbangpol Kabupaten Belu, Marius F. Loe, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Cristoforus M. Loe Mau, para camat, lurah, kepala desa, perwira TNI dan Polri serta tokoh masyarakat. (jen).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wabup-ose-luan-buka.jpg)