Ini Penjelasan Lukas Tamo Ama Terkait Persoalan Upah dengan Direktur PT Setia Jaya Nirwana

Ini penjelasan Lukas Tamo Ama pekerja yang mengerjakan jalan Tabundung-Wahang terkait persoalan upah dengan PT Setia Jaya Nirwana yang

Ini Penjelasan Lukas Tamo Ama Terkait Persoalan Upah dengan Direktur PT Setia Jaya Nirwana
Pos-Kupang.Com/istimewa
Proses mediasi di Dinas TransNaker Sumba Timur. 

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Proses mediasi antara Pekerja Lukas Tamo Ama dengan PT.Setia Jaya Nirwana.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU-----Ini penjelasan Lukas Tamo Ama pekerja yang mengerjakan jalan Tabundung-Wahang terkait persoalan upah dengan PT Setia Jaya Nirwana yang diadukanya di Dinas TransNaker Kabupaten Sumba Timur berdasarkan kronologi yang dikirim oleh LSM Pendamping Solidaritas Perempuan dan Anak (SOPAN) Sumba, Martha Hebi kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (18/1/2020).

Dikatakan Lukas, pada tanggal 4 Juli 2019 ia bertemu dengan direktur PT. Setia Jaya Nirwana, Elvis Karwelo atas permintaan Elvis. Elvis menawarkannya untuk mengerjakan proyek pelebaran Jalan di Kantor Kecamatan Tabundung ke Wahang (8 Km).

Lukas menjelaskan, menurut Evis, hitungan borongan saja dengan memperhitungkan kubikasi. Ongko Elvis menawarkan, pasang batu Rp. 100,000/kubik, pasang mortal saluran air Rp.125,000/kubik, cor plat deker Rp. 600,000/kubik dan plesteran Rp. 12,000/M2 serta acian Rp.10,000/M2.

Lukas mengaku, saat mulai bekerja, tidak ada kontrak kerja sama antara dia dan Elvis. Setelah sepakat dengan pekerjaan yang ditawarkan, Elvis memintanya untuk menyiapkan tenaga kerja yang bisa membantu proses pengerjaan proyek tersebut.

Lukas mengatakan ia mulai bejerja 10 Juli 2019 dengan mengajak 80 orang tenaga kerja dari Kodi dan
Wewewa. Elvis meminta buruh dibagi menjadi 2 kelompok 50 orang sebagai buruh hariannya Elvis dan 30 orang untuk membantu pekerjaannya.

Kata dia, Elvis menjanjikan padanya akan mendapatkan upah mengawasi dan menukur hasil kerja Rp.10,000/orang/hari dari 50 orang buruh kerja harian di Elvis. Dalam kesepakatan dengan Elvis, gaji buruh harian sebanyak 30 orang Rp. 60,000/orang/hari. Sedangkan 20
orang lainnya adalah tukang dengan gaji Rp.100,000/hari/orang.

"Para buruh sejumlah 50 orang
ini bekerja selama 13 hari. Pekerjaan mereka berakhir pada tanggal 30 Juli 2019. Terkait upah mengawasi buruh harian, jika dihitung maka hak saya yang dijanjikan oleh Elvis
sejumlah Rp. 10,000 x 50 orang x 12 hari Rp. 6,000,000. Untuk saya, Rp.10,000x50 orang x 1 hari Rp. 500,000,"jelas Lukas.

Lukas juga mengatakan, Kemudian Elvis minta tambahan tenaga kerja kepadanya sebanyak 22 orang. Tenaga kerja
itu membantu selama 2 minggu.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved