Siklus Tropis Crodia Porak-Porandakan Cafe-Cafe di Pantai Warna Oesapa Kupang

Siklus Tropis Crodia Porak-Porandakan Cafe-Cafe di Pantai Warna Oesapa Kota Kupang

Penulis: PosKupang | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/VINSEN HULER
Godlif Pah, Ketua RT 20, RW 7 Kelurahan Oesapa 

Siklus Tropis Crodia Porak-Porandakan Cafe-Cafe di Pantai Warna Oesapa Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badai Siklun Tropis Crodia  memporak-porandakan beberapa barisan cafe-cafe di pantai Warna Oesapa Kota Kupang.

"Saya lalu teringat pernah diberitahukan teman saya melalui pesan WhatsApp bahwa akan ada badai pada tanggal 12. Teman saya memperingatkan untuk lebih berhati-hati karena akan ada badai pada tanggal 12. Badai itu bernama Siklun Tropis Crodia," kata Godlif Pah, Ketua RT 20, RW 7 Kelurahan Oesapa srkaligus pemilik cafe Platinum di Pantai Warna, Oesapa. Senin, (13/1/2020) di Oesapa.

APBD TTS 2020 Rp 1,6 Triliun Lebih, Ini Imbauan Sekda TTS Marthen Selan Kepada Kepala OPD

Kata Godlif, badai tersebut berdasarkan informasi yang saya dapat dari teman saya akan terjadi pada tanggal 12 Januari tahun 2020 pukul 10 pagi.

Cafe di Pantai Warna Oesapa Kota Kupang
Cafe di Pantai Warna Oesapa Kota Kupang (POS-KUPANG.COM/VINSEN HULER)

Dikatakan Godlif , dan ternyata jam 10 pagi belum ada gejala. Akan Tetapi, tepat pada malam hari baru dia ( Siklun Tropis Crodia)

Dan waktu antara jam 10 malam, pada saat sedang ngobrol tiba-tibq gelombang laut perlahan -lahan mulai naik. Mulanya sekitar 1 meter, lalu kemudia menjadi 2 meter dan dalam waktu 3 jam sudah gelombang pasang atau badai Siklun Tropis Crodia telah bethasil memporak-porandakan sebagian cafe.

Bawaslu Manggarai Mulai Masuk Kampung dan Buat Kampung Pengawasan Pilkada 2020

"Hanya dalam jangka waktu 3 jam sekitar jam 10, 11 dan 12 dan jam 1 itu keras sekali hempasan gelombangnya dan sudah tidak bisa dibendung lagi," ucap Godlif menguraikan kronologi kejadian.

Dikatakan Godlif, dan kita hanya bisa menonton kehancuran di cafe tersebut dimulai dari jam 10, 11 12 dan jam 1 malam dan kita berhasil evakuasi dan pulang tidur sekitar jam 3 malam, ujar Godlif menambahkan.

Hal senada di sampaikan Isak Mone, salah seorang karyawan cafe di pantai warna, kata Iksan, Kronologi kejadian pertama gelombangnya biasa-biasa saja. Tetapi lama kelamaan mulai agak kencang hingga akhirnya memporak-porandakan cafe ini.

Kata Isak gelombang menghempas pantai warna setinggi 3-4 meter . Akibat dari gelombang pasang kata Iksan Mone, menyebabkan dapur cafe menjadi rusak, tiang penghalang ombak porak-poranda, tiang lampu kabel dan barang-barang penerang lainnya. Dan juga beberapa cafe diantaranya : Giat cafe, jabrik, tristan, R -Cafe, R-20, Sunset Cafe, Homes Cafe, Bitung Cafe, 1 Kaki , Tristan, R Cafe, cafe 99 mengalami kerusakan, pukas Isak.

Lebih lanjut dikatakan Isak, kejadian semacam ini sudah terjadi keempat kalinya.

Menurut Isak, semestinya ada penghalang ombak seperti di Lasiana. Katanya dong rencana mau buat tetapi sampai sekarang belum ada kepastian.

Dari musibah yang terjadi kata Isak, beruntung tidak ada korban jiwa berjatuhan dan betkaitan dengan kerugian material tidak dapat diprediksi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Vinsen Huler)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved