Breaking News:

Komisioner KPU terjaring OTT KPK

Abraham Samad & Ferdinand Hutahaean Nilai KPK Lamban Geledah Kantor DPP PDIP, Dilema?

KPK Abraham Samad dan Politisi Partai demokrat Ferdinand Hutahaean melontarkan kritik pedas terhadap KPK

Editor: Adiana Ahmad
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan ketua KPK, Abraham Samad 

Abraham Samad & Ferdinand Hutahaean Nilai KPK Lamban Geledah Kantor DPP PDIP, Dilema?

POS-KUPANG.COM - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Abraham Samad dan Politisi Partai demokrat Ferdinand Hutahaean melontarkan kritik pedas terhadap KPK.

KPK menurut rencana akan melakukan penggeledahan di kantor DPP PDIP terkait kasus suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan beberapa hari ke depan.

Namun tiba-tiba beredar kabar jika rencana penggeledahan Kantor PDIP itu ditunda.

Penundaan itu sontak mengundang reaksi dari sejumlah pihak termasuk mantan Ketua KPK, Abraham Samad dan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean

Abraham Samad bahkan menyebut penundaan itu merupakan yang pertama dalam sejarah kehadiran lembaga anti rasuah tersebut.

Hasto Kristiyanto Bersedia Datang Jika Dipangil KPK, PDIP Minta Harun Masiku Menyerahkan Diri

Melalui akun media sosial Twitternya, @AbrSamad, mantan ketua KPK ini mengungkapkan dalam sejarah ini merupakan pertama kalinya terjadi di Indonesia.

"Pertama kali dalam sejarah, penggeledahan berhari-hari pasca OTT," tulisnya.

Abraham Samad juga menyinggung terkait tujuan dari adanya penggeledahan dan OTT yang dilakukan secara bersamaan.

Menurutnya, ini akan mencegah upaya untuk melenyapkan barang bukti.

"Tujuan penggeledahan itu agar menemukan bukti hukum secepat-cepatnya," tulisnya.

"Itulah mengapa sebelum ini, OTT dan geledah itu selalu barengan waktunya. *ABAM," sambung tulisannya.

Ia juga berpendapat bahwa apa yang dilakukan KPK saat ini telah bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

Terjaring OTT KPK, Komisioner KPU Mengundurkan Diri, KPK Beri Bantuan Hukum? Simak YUK Beritanya

Tak hanya itu, hal ini mengakibatkan pelaku dapat dengan mudah menghilangkan jejak kejahatannya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved