Selasa, 19 Mei 2026

Ternyata Ini Alasan Donald Trump Menarik Diri dari Peluang Perang Antara Amerika Serikat dengan Iran

Ternyata Ini Alasan Donald Trump Menarik Diri dari Peluang Perang Antara Amerika Serikat dengan Iran

Tayang:
Editor: Hasyim Ashari
twitter@BabakTaghvaee
Ternyata Ini Alasan Donald Trump Menarik Diri dari Peluang Perang Antara Amerika Serikat dengan Iran 

Ternyata Ini Alasan Donald Trump Menarik Diri dari Peluang Perang Antara Amerika Serikat dengan Iran

POS-KUPANG.COM - Presiden AS Donald Trump menarik diri dari peluang perang dengan Iran, setelah markas pasukannya diserang rudal.

Pada Rabu dini hari waktu Irak, Teheran membombardir Pangkalan Udara Ain al-Assad dan Irbil, markas bagi koalisi internasional.

Garda Revolusi Iran menyatakan, mereka menghantam markas itu setelah AS membunuh jenderal top mereka, Qasem Soleimani.

Dalam konferensi pers sore waktu setempat, Presiden Trump mundur dari kemungkinan terjadinya perang dengan tak mengumumkan operasi balasan.

Presiden 73 tahun itu mengatakan, tidak ada pasukan AS yang terluka akibat hantaman rudal balistik di Ain al-Assad dan Irbil.

VIDEO: Ibu Muda Penganiaya Bayi di Penfui, Kupang, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara. Ini Videonya

Wirang Birawa Mendadak Minta Maaf ke Jenita Janet hingga Wendi Cagur Bereaksi, Netizen Bahas Bencana

"Iran nampaknya memilih untuk mundur, di mana hal itu bagus bagi semua pihak," katanya seperti dilansir AFP dan BBC.

Dia kemudian menambahkan, konfrontasi kedua belah pihak bisa dicegah dengan kekuatan ekonomi dan militer yang dipunyai AS.

"Fakta bahwa kami mempunyai peralatan militer yang mumpuni, bukan berarti kami harus menggunakannya," ujar Trump.

Dia menjelaskan bakal segera memberi sanksi tambahan di sektor ekonomi dan finansial, hingga rezim Teheran "mengubah perilakunya".

Dia juga meminta aliansi Atlantik Utara (NATO) untuk lebih aktif berpartisipasi dalam mengawasi proses di Timur Tengah.

Presiden dari Partai Republik itu kemudian mengakhiri konferensi pers dengan menyatakan, dia ingin masa depan yang baik rakyat Iran.

Ayah Reynard Sinaga Pelaku Perkosaan Ratusan Pria di Inggris Juga Buronan, Kasus Apa?

Korban Pohon Tumbang di TTS Sefus Dimu Mengeluhkan Sakit Bagian Belakang Kepala, Info

"Amerika Serikat siap untuk mengumandangkan perdamaian dengan semua pihak yang menginginkannya," jelas Trump dikutip CBS News.

Sebelumnya, Divisi Dirgantara Garda Revolusi Iran menamai operasi itu "Martir Soleimani", sesuai dengan Qasem Soleimani.

Komandan Pasukan Quds itu tewas bersama dengan wakil pemimpin jaringan milisi pro-Teheran Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved