Berita Pilkada

KPU Gelar Simulasi Rekapitulasi e-Rekap Pilih Sistem OCR atau OMR

Komisi Pemilihan Umum KPU menggelar simulasi rekapitulasi menggunakan sistem OCR dan OMR

antara
KPU menggelar simulasi rekapitulasi elektronik, di Jakarta 

POS-KUPANG.COM|JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum RI menggelar simulasi rekapitulasi menggunakan sistem OCR dan OMR guna memilih sistem yang tepat untuk diaplikasikan pada rekapitulasi elektronik atau e-Rekap di pemilihan umum.

"Apakah nanti menggunakan OCR atau OMR atau kombinasi dari keduanya," kata Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik, di Jakarta, Selasa.

Sistem OCR atau optical character recognition merupakan sistem yang berfungsi untuk memindai dari gambar atau foto dari kertas rekapitulasi suara menjadi teks yang nantinya dikonversi dalam bentuk hitungan suara berbasis elektronik.

Ibu Muda yang Aniaya Bayi 2 Tahun Hingga Tewas Dikenal Tidak Mahir Asuh Anak

Sedangkan OMR atau optical mark reader merupakan sistem yang membaca tanda bulatan pensil pada kertas rekapitulasi suara dan kemudian dipindai ke dalam bentuk data elektronik.

"Peserta simulasi nanti memfoto kertas (rekapitulasi yang telah disimulasikan) dan dikirimkan ke tim IT, kemudian dipelajari oleh tim IT dengan tiga sistem itu, OCR, OMR dan gabungan keduanya," kata dia.

Pilkada Serentak Tahun 2020, Petahana di NTT Dilarang Lakukan Mutasi Pejabat

Dari simulasi tersebut menurut dia akan dilihat akurasi penggunaan sistem, penggunaan kertas rekapitulasi dan spesifikasi kamera yang dipilih untuk mendukung e-Rekap.

Saat simulasi, KPU bukan memberdayakan staf teknis, tetapi tenaga satuan pengamanan, tenaga kontrak, dan petugas kebersihan kantor.

Hal itu kata Evi bertujuan untuk melihat seberapa sederhana atau mudah proses rekapitulasi elektronik untuk bisa dipahami oleh semua kalangan dengan tingkatan pendidikan yang berbeda-beda.

Foto Syahrini dan Reino Barack Makan Malam Dituding Jiplak Kencan Ryochin dan Luna Maya?

Pendekatan tersebut dipakai menurut dia, karena tenaga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang bertugas selama pemilu nanti biasanya juga berbeda-beda tingkat pendidikan dan pemahamannya terhadap teknologi.
(*)

Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved