Pembunuhan Purnawirawan TNI di Manusak tidak Terkait Kasus Perseteruan Antar Perguruan

Kasus Pembunuhan Purnawirawan TNI di Manusak tidak terkait kasus perseteruan antar perguruan

Pembunuhan Purnawirawan TNI di Manusak tidak Terkait Kasus Perseteruan Antar Perguruan
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung ketika memberikan keterangan Pers di Mapolres Kupang, Senin (6/1/2020) 

Kasus Pembunuhan Purnawirawan TNI di Manusak tidak terkait kasus perseteruan antar perguruan

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung menegaskan, kasus pembunuhan Purnawirawan TNI atas nama, Pedro da Costa (60), beralamat di RT 18 / RW 07, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Rabu (1/1/2020) sekira Pukul 00.10 Wita, tidak ada kaitannya dengan perseteruan antar perguruan di wilayah ini.

Kasus ini merupakan kriminal murni yang dilakukan tersangka, Joao da Costa alias Arjun karena salah sasaran, akibat dari emosional dibawa kendali minuman keras ( miras) yang dikonsumsi sebelum peristiwa berdarah itu.

Empat Ruang Kelas Madrasah Ibtidaiyah Darat Pantai Sikka Roboh Dihantam Angin Kencang

Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung menyampaikan hal ini dalam Jumpa Pers dengan wartawan di Mapolres Kupang, Senin (6/1/2019). Turut hadir, Kasat Reskrim, Kasat Reskrim Polres Kupang, IPTU Simson Amalo, S.H juga beberapa perwira dan anggota polres.

Aldinan Manurung menuturkan kronologi kejadian sampai tersangka Arjun tega membunuh korban yang juga keluarga dekatnya itu.

Menurutnya, Peristiwa berdarah yang dialami korban purnawiran TNI atas nama, Pedro da Costa (60), berawal dari aksi kebut-kebutan sepeda motor di jalan jurusan Raknamo.

Kronologi Siswa SD Kelas 4 di Poco Ranaka Manggarai Timur Tewas Tenggelam di Lubang Galian C

Sekitar Pukul 00. 10 Wita, ada 2 orang pemuda berboncengan dengan sepeda motor sampai di TKP kemudian gas- gas sepeda motor.

Saat bersamaan pengendara kendaraan itu mengeluarkan kata-kata ancaman sambil membawah panah berbentuk katapel.

Setelah itu, tersangka Joao da Costa alias Arjun yang merupakan warga di sekitar TKP yang saat itu sedang minum sopi (miras) merasa tersinggung dan mengambil parangnya datang ke kedua pemuda tersebut.

Tersangka kemudian memotong bagian depan motor kemudian karena situasi gelap dan sudah banyak massa yang keluar, kemudian salah seorang warga menegur tersangka lalu merampas parangnya.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved