Angin Kencang Melanda NTT
26 Rumah Warga di Lembata Rusak Diterjang Angin Kencang
Terkait angin kencang melanda NTT, 26 rumah warga di Lembata rusak diterjang angin kencang
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Terkait angin kencang melanda NTT, 26 rumah warga di Lembata rusak diterjang angin kencang
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sebanyak 26 rumah warga, baik di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, maupun di Desa Hadakewa dan desa Lewoeleng di Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata rusak akibat diterjang angin kencang yang terjadi sekitar pukul 05.30 Wita, Minggu (5/1/2020).
Puluhan rumah tersebut masing-masing terdiri dari 13 rumah di desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, 12 rumah di desa Hadakewa dan 1 unit rumah di Desa Lewoeleng Kecamatan Lebatukan.
• Kepala BPBD Sumba Barat Daya Imbau Warga Pesisir Pantai Waspada Bencana Alam
Pantauan di lokasi, ada rumah yang dapat dikategorikan rusak berat, sedang dan rusak ringan.
Di Desa Kolipadan, dari total 13 rumah yang rusak, 9 rumah dalam kondisi rusak berat yakni atapnya terbongkar, 3 rumah dalam kategori sedang yakni hanya sebagian atapnya yang terbongkar, sementara 1 unit rumah dikategorikan rusak ringan karena tertindih atap rumah yang copot akibat diterjang angin kencang.
Warga Desa Kolipadan, Kamarudin Nala, mengatakan, angin kencang tersebut datang tak diduga dan terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik.
• Satlantas Polsek Wewewa Barat Sumba Barat Daya Menduga Pikap Terbalik Akibat Jalan Licin
"Memang sebelumnya ada hujan dan angin, tapi puting beliung datang itu cepat saja, tidak sampai satu menit. Kami kaget ada atap rumah yang sudah terpisah," ujar Kamarudin.
Kamarudin juga menjelaskan, dari total 13 rumah yang rusak, 12 diantaranya rusak akibat terjangan angin puting beliung. Sedangkan 1 rumah lagi rusak akibat tertindih atap dari rumah yang lain. Tiga rumah di antaranya adalah rumah bantuan pemerintah tahun anggaran 2018.
Halijah, Penjabat Kepala Desa Kolipadan, mengatakan, warga masyarakat yang menjadi korban tetap berada di Desa Kolipadan dan menumpang di rumah keluarga untuk sementara waktu. Dia mengatakan, kejadian terkait bencana tersebut sudah dilaporkan kepada Camat Ile Ape.
Hal ini dibenarkan Camat Ile Ape, Stanislaus Kebesa Langoday. Stanis mengatakan, laporan penjabat kepala desa tersebut juga telah ia teruskan kepada Bupati Lembata, Badan Penanggulangan Bencana Kab. Lembata serta Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Lembata.
Kondisi di Desa Kolipadan tersebut tak bedanya juga dengan sejumlah rumah yang rusak di Desa Hadakewa. Ada sekitar 11 rumah yang mengalami kerusakan di bagian atap dan ada satu rumah yang roboh rata tanah karena ditindih pohon yang tumbang.
Selain rumah, ada juga tiga perahu motor yang parkir di pinggir pantai, juga hancur ditindih pohon yang tumbang akibat angin kencang tersebut.
Sedangkan 1 unit rumah di desa Lewoeleng, mengalami kerusakan di bagian atap. Atap rumah tersebut mengalami rusak parah karena terjangan angin dalam waktu yang hampir bersamaan dengan dua desa lainnya.
Kepala BPBD Lembata, Thomas Tipdes ketika dimintai keterangannya saat memantau lokasi di desa Hadakewa kepada wartawan mengatakan, pihaknya saat ini sedang mendata jumlah kerugian yang dialami warga di tiga desa di dua kecamatan tersebut.
Selanjutnya, saat ini pihaknya sedang fokus dalam penanganan dan pertolongan pertama juga melakukan evakuasi korban.