Bupati TTU Imbau Tempatkan Kaum Perempuan Sebagai Subyek Pembangunan

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes imbau tempatkan kaum perempuan sebagai subyek pembangunan

Bupati TTU Imbau Tempatkan Kaum Perempuan Sebagai Subyek Pembangunan
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt 

Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes imbau tempatkan kaum perempuan sebagai subyek pembangunan

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt memimpin upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) ke 61 dan Hari Ibu ke 91 di Halaman Kantor Bupati TTU, Senin (23/12/2019).

Dalam sambutannya, Bupati Raymundus menghimbau untuk menempatkan kaum perempuan sebagai subyek pembangunan. Pasalnya, kaum perempuan adalah salah satu aset sumber daya manusia yang sangat potensial untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Polisi Wanti-wanti Bubarkan Perayaan Tahun Baru Tanpa Izin dan Tutup Jalan

"Kaum perempuan sebagai ibu dari anak-anak bangsa memiliki peran utama dalam revolusi mental yang diusung Presiden Joko Widodo untuk membangun karakter, jati diri dan budi pekerti bangsa," ujarnya.

Peringatan Hari Ibu tahun ini, ungkap Raymundus, mengusung tema "Perempuan Berdaya Indonesia Maju". Menurutnya, tema tersebut menyiratkan sebuah kebenaran hakiki bahwa peran perempuan dalam peradaban sebuah bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata.

DPRD SBD Tetapkan APBD Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun Anggaran 2020

"Perempuan adalah tonggak masa depan bangsa. Di tangan perempuan, pendidikan anak sebagai generasi masa depan pertama kali diberikan. Pendidikan keluarga pun tidak lepas dari peran perempuan. Maka jika perempuan berdaya, Indonesia pasti akan maju," ungkapnya.

Secara umum, terang Bupati TTU dua periode itu, perempuan Indonesia saat ini sudah lebih bebas berekspresi dan berkreasi. Saat ini perempuan Indonesia memang telah mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk berkiprah di semua aspek pembangunan.

Perempuan Indonesia, kata Raymundus, terbuka luas peluang untuk maju, mengembangkan diri dan ikut bersaing dengan kaum pria untuk meraih kedudukan yang baik di masyarakat. Banyak perempuan telah menduduki jabatan publik yang strategis, baik di birokrasi pemerintahan, legislatif maupun lembaga-lembaga swasta.

"Hal ini menjadi bukti bahwa emansipasi tidak lagi menjadi masalah di Indonesia. Perempuan Indonesia telah bergeser dari "ruang politik dapur" menuju ranah politik publik. Namun capaian sebagian kecil perempuan yang beruntung tersebut sangat berbanding terbalik dengan sebagian besar perempuan yang bernasib buntung," terangnya.

Raymundus mengatakan, realitas menunjukkan bahwa secara umum gerak perempuan masih terjepit oleh perlakuan diskriminatif akibat tradisi patriarkis. Kita harus jujur mengakui bahwa masih ada begitu banyak perempuna Indonesia termasuk di Kabupaten TTU yang hidup dalam bayang-bayang dominasi laki-laki.

Masih banyak perempuan yang mengalami kekerasan secara fisik, kekerasan seksual dan berbagai bentuk perlakuan diskriminatif lainnya. Kekerasan dalam rumah tangga masih terus terjadi di daerah ini. Kekerasan fisik dan kekerasan seksual terhadap perempuan masih sering terjadi di sekitar kita.

"Maka pada momentum peringatan Hari Ibu tahun ini saya mengajak kaum perempuan dan seluruh masyarakat TTU untuk terus berjuang menepis bayang-bayang suram yang menggayuti eksistensi kaum perempuan Indonesia," ajaknya.

Raymundus mengungkapkan, berbagai bentuk perlakuan diskriminatif terhadap perempuan harus dihilangkan hingga tercipta keadilan dan kesetaraan gender dalam keluarga, masyarakat berbangsa dan bernegara.

Salah satu hal penting yang perlu dilakukan untuk menolong kaum perempuan Indonesia adalah meningkatkan kualitas hidup mereka, membuat perempuan menjadi manusia yang bermartabat dan maju dalam semua aspek kehidupan. Hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak.

"Kita semua memegang tanggung jawab bersama dalam memberdayakan kaum perempuan. Peringatan hari Ibu ke 91 ini diharapkan dapat menggugah kesadaran semua komponen masyarakat untuk mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan nilai-nilai Pancasila," terangnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved