Saat Kunker di Labuan Bajo Senator Asyera Sambangi Pengrajin Sampah
Senator asal NTT, dr. Asyera Wunda Lero menyambangi pengrajin sampah di Koperasi Serba Usaha (KSU) Sampah Komodo,
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
Saat Kunker di Labuan Bajo Senator Asyera Sambangi Pengrajin Sampah
POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Saat berkunjung ke Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senator asal NTT, dr. Asyera Wunda Lero menyambangi pengrajin sampah di Koperasi Serba Usaha (KSU) Sampah Komodo, Rabu (19/12/2019).
Asyera turun ke Labuan Bajo untuk menyerap aspirasi secara langsung di daerah, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), dr.Asyera R.A.Wundalero melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (19/12/2019).
Kedatangan senator berdarah Sumba Barat Daya ini diterima oleh Bupati Manggarai barat, Agustinus CH Dula bersama Asisten 1 dan Kadis Koperasi dan UKM.
Asyera berdialog dan mendiskusikan banyak hal terkait tugas dan agenda kerja dirinya sebagai senator asal NTT.
Asyera menjelaskan, dirinya memiliki beberapa agenda dalam kunjungan ke Labuan Bajo, antara lain menyerap serta menampung aspirasi pimpinan daerah dan masyarakat secara langsung sehingga nantinya bisa mengakomodasinya di rapat- rapat DPD maupun MPR, sesuai dengan peran konstitusional DPD RI dalam rangka memajukan daerah.
Dalam siaran pers yang dikirim Tennie A. Djaminta dan diterima Pos Kupang.Com, Minggu (22/12/2019), Asyera melakukan kunjungan ke Koperasi Serba Usaha (KSU) Sampah Komodo yang berdiri sejak November 2017.
Telihat para pengurus dan anggota koperasi UMKM yang juga merupakan ibu -ibu rumah tangga, sangat antusias dengan kunjungan tersebut. Mereka menjelaskan produk-produk apa saja yang mereka kerjakan yaitu memproduksi barang-barang kerajinan dari sampah daur ulang maupun hasil laut yang dapat diolah untuk dijadikan kerajinan.
Menyikapi kedatangan anggota DPD RI tersebut, Bupati Mabar, Gusti CH Dula mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kedatangan dr. Asyera ke Manggarai Barat. Kedatangan anggota DPD RI dalam rangka menyerap informasi di daerah, cukup membantu pemerintah dan masyarakat.
Untuk itu, Pemkab Manggarai Barat akan memberikan informasi dengan harapan informasi yang diberikan dapat bermanfaat untuk meningkatkan dan menyempurnakan kelembagaan dan kinerja pemerintahan di Mabar.
Asisten I menambahkan, perkembangan Labuan Bajo akan semakin pesat, terlebih dengan rencana Presiden Jokowi menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu desitinasi wisata prioritas, sehingga Pemerintah Kabupaten Mabar sendiri akan tetap komitmen untuk menjaga kelestarian alam wisatanya dan tetap menjaga komodo sebagai anugerah yang diberikan untuk Labuan Bajo dan NTT.
"Usaha pembuatan kerajinan dari berbagai bahan, termasuk sampah daur ulang ini adalah upaya dan kerja keras kami untuk mengelola limbah sampah di kawasan ini. Jadi selain memproduksi souvenir atau oleh-oleh, kami juga berperan aktif mengelola sampah yang menjadi musuh utama dari pariwisata ini," kata Asisten I.
Pengurus KSU Sampah Komodo, Margareth Subekti, menjelaskan sampah di Labuan Bajo dan Pulau Komodo cukup banyak. Sampah tersbut menjadi potensi tersendiri untuk diolah menjadi souvenir dan mewujudkan kawasan Komodo sebagai darah zero waste area.
Lanjut Margareth, berdasarkan data WWF Indonesia, sampah yang dihasilkan dari Labuan Bajo mencapai 12,8 ton/hari, sementara dari Pulau Komodo sebesar 0,65 ton/hari.
Kehadiran KSU Sampah Komodo yang melakukan pengelolaan sampah, praktis sampah di kawasan Komodo semakin berkurang.
"Dari sampah- sampah daur ulang seperti plastik, tumbuhan atau hasil laut kami olah menjadi cendera mata khas Labuan Bajo seperti tas, dompet, kalung,gelang dan lainnya,selain makanan khas olahan Labuan Bajo. Kami ingin Labuan Bajo menjadi kawasan yang bersifat zero waste tourism,"ujar Margareth.
• FAPP Sesalkan Adanya Pelarangan Perayaan Natal di Sumatera Barat
• Bupati Kodi Mete Berharap APBD SBD Segera Ditetapkan DPRD Sumba Barat Daya
• Dicobain ! 3 Khasit Ramuan Air Jahe dan Jeruk Nipis Bila Diminum Sebelum Tidur
Berbagai aspirasi yang disampaikan mendapat respon positif dari dr. Asyera. Menurutnya permodalan menjadi persoalan utama UMKM dan koperasi untuk berkembang lebih maju dan lebih besar. UMKM harus dilibatkan seiring berkembangnya industri pariwisata sebagai bagian dari realisasi asas ekonomi kerakyatan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/Geradus Manyela)