Kelompok Tani Ngusa Ngema A Panen Cabai Organik, Usulkan Mesin Olah Cabai Jadi Tepung
Sebuah Kelompok Tani Ngusa Ngema A panen cabai organik, usulkan Mesin olah cabai jadi tepung
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Sebuah Kelompok Tani Ngusa Ngema A panen cabai organik, usulkan Mesin olah cabai jadi tepung
POS-KUPANG.COM | MBAY - Kelompok Tani Ngusa Ngema A Desa Totomala di Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo telah memanen Cabai organik.
Menghadapi Over produksi cabai, Kelompok Ngusa Ngema A bermitra dengan Dinas Nakertrans Nagekeo untuk mengusulkan pengadaan mesin proses pengolahan cabai menjadi tepung.
• Ini Kata Bupati Sumba Barat Daya Kornelius Kodi Mete Soal SK Kontrak Pegawai Honorer 2020
Pegawai Penyuluh Lapangan Martinus Lowe, mengatakan, kelompok Ngusa Ngema A desa Totomala terdapat potensi lahan sebesar 19 hektar untuk Lahan cabai.
"Untuk tahap sekarang ada 3 hektar yang sedang di usahakan oleh Petani. 3 Hektar tersebut terdapat di lahan Raimundus Gaa, Yansen Dhae Gani, Elias Lamara, Damianus Uku, Donatus Geta," ungkap Martinus, kepada POS-KUPANG.COM Senin (23/12/2019).
• Putri Gus Dur Yenny Wahid Minta Pemkab Lebih Tegas Terkait Larangan Rayakan Natal di Dharmasraya
Martinus mengungkapkan produksi sejak Oktober hingga saat ini mencapai 3,5 ton Cabai dengan total omset 103 juta rupiah.
Sementara itu, instruktur, Pius Doko, mengatakan Cabai selama ini di jual secara gelondongan. Petani kadang kewalahan menjual ketika terjadi over produksi dan cabai di jual dengan harga yang tidak wajar.
"Kami pernah melaksanakan praktek olah tepung cabai dengan melibatkan anggota kelompok Ngusa Ngema A serta ibu-ibu dasawisma. Jumlah pesrta sebanyak 20 orang," ujar dia.
Sementara anggota kelompok Ngusa Ngema A, Yohanes Dhae Gani, mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur atas kehadiran PPL di Desa Totomala. Kehadiran PPL menurut Yohanes sangat membantu petani untuk mengarahkan petani untuk meningkatkan kinerja dan cara tanam dan lainnya.
"Paradigma petani modern kami baru mengalami sekarang. Saya sendiri seorang peternak tapi saya masih punya waktu bertani cabai, kami dimotivasi oleh PPL Martinus," ungkap Yohanes.
Yohanes mengaku bangga dan senang karena hasil yang dicapai tidak pernah gagal hampir semuanya hasil Cabai itu kualitasnya sangat bagus. Apalagi Cabai yang dihasilkan Cabai organik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)