Breaking News:

Begini Kata Bupati Sumba Barat Daya Kornelius Kodi Mete Soal Penghapusan Eselon III dan IV

Begini kata Bupati Sumba Barat Daya Kornelius Kodi Mete soal penghapusan eselon III dan IV

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete 

Begini kata Bupati Sumba Barat Daya Kornelius Kodi Mete soal penghapusan eselon III dan IV

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete di kediamannya, Sabtu (21/12/2019) mengatakan rencana penghapusan eselon III dan IV lingkup pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya menunggu kajian matang tim teknis.

Pihaknya membutuhkan kajian matang agar penghapusan eselon III dan IV tidak berdampak negatif terhadap kinerja ASN tetapi justru menjadi spirit ASN lebih berkarya membangun daerah ini ke depan.

72 Anggota Panwascam Kabupaten TTU Dilantik, Ini Harapan Partai Politik

Ia memastikan setiap kebijakan pemerintah tidak bertujuan mensengsarakan rakyatnya tetapi berusaha membuat rakyat lebih baik dan mandiri ke depan. Karenanya ia memadang keputusan pemerintah menghapus eselon III dan IV tidak bertujuan mensengsarakan ASN. Tetapi justru berkeinginan meningkatkan kinerja ASN ke depan yang unggul dan profesional.

Menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat menghapus eselon III dan IV maka ia sedang mengkaji untuk mendorong ASN lebih banyak berada di desa. Aparatur sipil negara diharapkan bertindak sebagai motivator pembangunan desa sehingga sebuah desa cepa berkembang lebih maju ke depan.

Banyak Proyek di Nagekeo Tanpa Papan Nama, Ini Penjelasan Wakil Bupati Nagekeo

Ia menambahkan, salah satu langkah pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mendorong percepatan pembangunan desa adalah dengan menempatkan lima sarjana disetipa desa di seluruh wilayah Sumba Barat Daya mulai tahun 2020 ini. Para sarjana tersebut akan direkrut, lalu ditempatkan di desa-desa guna mempercepat pembangunan desa disemua sektor kehidupan masyarakat. Lima sarjana tersebut adalah
Sarjana kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, ahli gisi, sarjana pertanian, peternakan dan pariwisata.

Kehadiran lima sarjana di desa diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan desa di bidang kesehatan, lingkungan, gisi masyarakat dan lain-lain. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved