Pemkab Matim Operasikan RSUD Borong, 100 Tenaga Medis di Manggarai Timur Magang di RSUD Bajawa

Pihak Pemkab Matim operasikan RSUD Borong, 100 tenaga medis di Manggarai Timur magang di RSUD Bajawa

Pemkab Matim Operasikan RSUD Borong, 100 Tenaga Medis di Manggarai Timur Magang di RSUD Bajawa
ISTIMEWA
Ruangann RSUD Borong yang sedang diperiksa Tim Visit dari Bali 

Pihak Pemkab Matim operasikan RSUD Borong, 100 tenaga medis di Manggarai Timur magang di RSUD Bajawa

POS-KUPANG.COM | BORONG - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur ( Pemkab Matim) gencar melakukan persiapan tenaga medis dan berbagai persiapan teknis lainnya dalam rangka siap dioperasinya RSUD Borong, Matim.

Persiapan ini ditandai dengan pengiriman 100 orang tenaga medis melakukan magang di RSUD Bajawa.

Pilkada 2020 - Bawaslu NTT Lantik Panwascam di Sembilan Kabupaten

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Matim, dr Surip Tintin kepada wartawan di Borong, Sabtu (21/12/2019) pagi.

"Kita sudah jalin komunikasi dan kerja sama dengan RSUD Bajawa terkait magang tenaga medis milik kita sebelum rumah sakit mulai beroperasi. Awal tahun ini kurang lebih 100 tenaga medis kita kirim ke RSUD Bajawa untuk magang," kata Kadis Kesehatan dr. Surip Tintin.

Colol Jadi Desa Wisata, Kemendes PDTT Mulai Bangun Sarana Pariwisata

dr. Tintin menjelaskan, personil yang dikirim antara lain direktur rumah sakit dan managemen atau staf magang selama 1 minggu. Petugas poliklinik dan rawat inap magang selama 1 bulan, lalu petugas farmasi, radiologi, gizi, juga selama 1 bulan dan petugas bagian ICU, UGD, ruang OK, magang selama 3 bulan.

Menurut dokter Tintin, magang perlu dilakukan sebagai salah satu pemenuhan tahapan persiapan sebelum sebuah rumah sakit mulai dibuka.

"Magang ini salah satu syarat bagi personil pemula untuk rumah sakit baru. Pasti ada yang bertanya, ko pake magang segala, mereka kan aslinya tenaga medis..? Jawabannya ia bener mereka yang pergi magang itu tenaga medis, namun beda tindakan dalam pelaksanaan tugas secara teknis. Selama ini, mereka di puskesmas dan pola kerja mereka selama ini pola kerja puskesmas. Yang kita mau perbiasakan sekarang dalam bentuk magang adalah pola kerja rumah sakit," jelas dr.Tintin

Selain pola kerja, kata dokter Tintin, peralatan juga berbeda. "Puskesmas dan rumah sakit peralatannya beda. Teman teman medus dan managemen dilatih dengan pola managemen rumah sakit dan peralatan rumah sakit," jelasnya.

Untuk diketahui, RSUD Borong sudah memiliki 5 Dokter spesialis.terdiri dari 4 dokter spesialis dasar dan 1 penunjang. 4 itu antar lain spesialis bedah, spesialis opsgin, spesialis anak, spesialis penyakit dalam fan satu speaialis penunjang yaitu anestesi. Ini persyaratan utama untuk rumah sakit type kelas D. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved