Desa Pene Utara di TTS Tak Bisa Cairkan Dana Desa Tahap III, Ini Penjelasan Kaban PMD Minggus Mella

Desa Pene Utara di TTS tak bisa cairkan dana desa tahap III, ini penjelasan Kaban PMD Minggus Mella

Desa Pene Utara di TTS Tak Bisa Cairkan Dana Desa Tahap III, Ini Penjelasan Kaban PMD Minggus Mella
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kaban PMD Kabupaten TTS, George Mella 

Desa Pene Utara di TTS tak bisa cairkan dana desa tahap III, ini penjelasan Kaban PMD Minggus Mella

POS-KUPANG.COM | SOE - Desa Pene Utara menjadi satu-satunya desa di Kabupaten TTS yang tak bisa mencairkan dana desa tahap tiganya. Hal ini dikarenakan realisasi pencairan dana desa tahap II nya tidak mencapai ambang minimal yang ditentukan sesuai regulasi.

"Untuk realisasi dana desa kita hampir 100 persen. Hanya satu desa yang tidak bisa dicairkan dana desa tahap III nya hingga batas waktu terakhir pencari dana desa yaitu 20 Desember kemarin. Oleh sebab itu, dana tahap III akan masuk sebagai sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2020. Selain itu, kades Pene Utara akan kita beri teguran," ungkap kaban PMD Kabupaten TTS, Minggus Mella kepada pos Kupang, Minggu (22/12/2019 siang.

Pemda Ngada dan UGM Yogyakarta Paparkan Sistem Penyediaan Air Bersih Kota Bajawa

BPMD juga telah membangun koordinasi dengan pihak perbankan untuk memperlancar proses pencairan dana desa sehingga tidak mengganggu proses penyerapan.

Dirinya berharap, agar dana desa yang telah dicairkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para kepala desa untuk membangun infrastruktur umum dan memberdayakan masyarakat desa.

Polikarpus Lantik Pengurus Daerah FTBM Ngada, Simak Liputannya!

"Kita berharap pemerintah desa bisa menfaatkan dana desa yang ada dengan baik untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang ada di desa," imbaunya.

Terpisah, Sekda TTS, Marthen Selan membenarkan jika Desa Pene Utara belum mencairkan dana desa tahap III nya. Hal ini disebabkan karena terkendala SPJ tahap II yang belum rampung. Oleh sebab itu, dirinya meminta tata Pem untuk turun ke desa Pene Utara guna melihat masalah yang dialami pemerintah desa.

"Saya sudah perintahkan staf turun ke desa cek apa masalah. Ini kalau anggarannya tidak cair kasihan yang susah masyarakat. Jika tidak bisa cair kita akan beri teguran buat kadesnya," tegas Sekda Marthen.

Wakil ketua komisi 1, Hendrik Babys menyayangkan adanya desa yang tidak mencairkan dana desa tahap III nya. Padahal, dana tersebut sangat dibutuhkan Masyarakat untuk membangun infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Oleh sebab itu, dirinya berharap Bupati TTS bisa memberikan sanksi tegas kepada kepala desa Pene Utara karena tidak mencairkan dana desa tahap III nya.

"Kita sayangkan kenapa dana desa tahap III nya tidak bisa dicairkan sehingga harus masukan Silpa. Padahal masyarakat di desa sangat membutuhkan dana tersebut. Kita berharap ada Sanksi tegas kepada kades yang bersangkutan sehingga ada efek jerah dan menjadi pembelajaran untuk Des lainnya," pinta Hendrik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved